02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Hang-Man Bawa Mahasiswa Ubaya Juara 1

Hang-Man Bawa Mahasiswa Ubaya Juara 1Surabaya, KabarGress.Com – 4 mahasiswa Teknik Manufaktur Universitas Surabaya juara 1 sekaligus juara favorite dalam lomba GS Astra Power of Innovation Awards di Jakarta 12 Desember 2014 lalu. Inovasi yang dibuat keempat mahasiswa ini bernama Hang-Man. Hang-Man adalah inovasi alat bantu bagi tuna daksa untuk membantu menggunakan pakaian sendiri. Hang-Man saat ini berada di Jakarta dan patennya milik GS Astra.

Rudi Gunawan, Andrew Setijo, Prisca Agustina R dan Melkior Fajar adalah keempat mahasiwa Teknik Manufaktur Ubaya yang berhasil membuat Hang-Man dan meraih Juara 1. Lomba yang diadakan GS Astra ini bertepatan dengan ulang tahunnya ke 40 GS Astra dan kali pertama diselenggarakan di Jakarta.  Ada 3 kategori perlombaan untuk umum, mahasiwa dan pelajar.  Adapun syarat dari perlombaan bertaraf nasional ini adalah peserta diminta membuat inovasi produk apapun yang belum pernah ada di masyarakat dan menggunakan aki GS Astra.

Ide Hang-Man muncul dari kegiatan keseharian dalam berpakaian. “Kami setiap hari melakukan aktifitas berpakaian, dan terlintas di benak kami, bagaimana dengan orang yang tuna daksa. Mereka pasti merasa sangat sulit untuk mengenakan pakaian sendiri”, ungkap Andrew Setijo.

Surveypun mulai dilakuakan ke beberapa yayasan tuna daksa di Surabaya. Hasilnya, penderita tuna daksa yang tidak memiliki kedua tangan membutuhkan bantuan orang lain dalam menggunakan pakaian. Sedangkan kaum wanita memiliki kesulitan tersendiri jika dibantu orang lain karena bersifat privasi.

“Selama ini penderita tuna daksa dengan cacat kedua tanggan, mereka menggunakan kaki untuk berpakaian”, tegas Hj. Farida Martarina Ketua III BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Provinsi Jawa Timur saat uji fungsi dan performansi Han-Man . Beliau sangat mengapresiasi kepedulian  Ubaya terhadap kaum difabel.

Mekanismen kerja Hang-Man adalah ada dua bantalan di kanan dan kiri untuk memasukkan pakaian menggunakan kaki. Kemudian penderita tuna daksa menginjak salah satu tombol di remote control untuk melebarkan kaos/ pakaian atasan yang sudah dimasukan ke dalam bantalan. Lalu penderita tuna daksa menginjak remote yang lain untuk menaikkan bantalan setinggi bahu. Kemudian penderita memasukkan kepala dan badannya ke dalam kaos/pakaian atasan. Setelah kaos/pakaian atasan berada pada posisinya, penderita menginjak tombol yang lain untuk menurunkan bantalan.Remote control sengaja ditaruh  lantai supaya memudahkan pengoperasian Hang-Man.

“Hang-Man ini sebenarnya tidak hanya mampu untuk membantu memakai pakaian atasan baik kaos maupun hem. Kami hanya perlu menambah 1 komponen lagi maka Hang-Man bisa membantu menggunakan pakaian bawahan”, ungkap Rudi Gunawan.

Pada perlombaan GS Astra Power of Innovation Awards (GSPIA) 2014, ada beberapa tahap yang perlu dilalui. Mulai dari pendaftaran, penyisihan penjurian dan verifikasi  di bulan Oktober – Novenber 2014. Mulai tanggal 18 November hingga Desember  peserta diminta membuat prototype yang dibiayai oleh GS Astra. Dari 100 proposal yang masuk, tahap penyisihan, diambil 10 besar.

Setelah itu diseleksi lagi menjadi 7 besar. Kemudian dipilih lagi menjadi 5 besar melalui visitasi dewan juri. Ke tujuh tim harus mempresentasikan desainnya di hadapan juri. Saat itu Ubaya kedatangan juri Ir. Abdul Hapid, Peneliti Elektronika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tim yang lolos ke 5 besar (finalis) berangkat ke Jakarta (ASTRA Otoparts) untuk mempresentasikan desain serta mendemokan prototipnya. 5 Besar yang lolos adalah Ubaya, Pens, Stimik Amikom Yogyakarta, ITS (2 kelompok).

“Kemenangan ini walau tidak bisa membaw pulang Hang-Man, tapi kami di Teknik Manufaktur khususnya dan Ubaya umumnya cukup bangga. Harapan saya ini bisa menjadi motifasi bagi adik kelas untuk tidak takut bersaing demi mengasah ide kreatif memciptakan inovasi”, Sunardi Tjandra M.Tc selaku pembimbing mahasiswa dalam membuat produk.

Hadiah yang diperoleh mahasiswa sebesar Rp50 juta ditambah 10 juta untuk juara favorite selain itu mendapatkan sertifikat dan piala. (ro)