01/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Dunia Otomotif Kian Terpukul Melemahnya Rupiah dan Kurangnya Infrastruktur

karimun-wagon-r-gsSurabaya, KabarGress.Com – Melemahnya nilai tukar rupiah khususnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat hampir menyentuh Rp13.000 per dolar AS sangat berdampak negatif pada dunia otomotif. “Dolar begini terus, inflasi juga tinggi, pasti ada dampaknya pada otomotif. Apalagi infrastruktur juga masih sangat perlu perhatian pemerintah,” ungkap Direktur PT United Motors Center (UMC), Prabowo Liegangsaputro, kepada wartawan, di sela-sela acara Media Test Drive Karimun Wagon R GS, Rabu (17/12/2014).

Menurut Prabowo, dampak dolar AS hampir terjadi di semua negara, termasuk yang terasa berat seperti di Indonesia, India maupun Rusia. Untuk menyiasati melemahnya nilai tukar rupiah, pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi. “Kita harus meningkatkan kulitas. Kalau nggak bisa, ya efisiensi dulu, misalnya mengurangi biaya listrik sampai biaya marketing. Tapi kita berharap nggak sampai begitu,” terangnya.

Disebutkan, potensi penjualan Suzuki maupun dunia otomotif lainnya pada tahun depan diprediksi tak lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Justru yang diperkirakan akan mengalami kenaikan yakni penjualan mobil LCGC (low cost green car). Sedangkan pasar mobil di luar kelas LCGC, mengalami stagnan dinilainya lebih bagus. “LCGC kita prediksi mengalami kenaikan hingga menembus angka 15 sampai 20 persen. LCGC sangat menopang penjualan kita. Kan semuanya diproduksi di Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, penjualan LCGC Suzuki (Karimun Wagon R) rata-rata terjual antara 300 unit per bulan dan mengalami penurunan menjadi 250 unit pada menjelang tutup tahun 2014, karena semua pabrikan mobil sudah mengeluarkan mobil LCGC.

“Kita tentunya akan memantau perkembangan khususnya pada kuartal I tahun 2015. Jika kuartal pertama kondisinya aman, diperkirakan quartal selanjutnya juga akan ikut aman. Otomotif sekarang kan bukan barang mewah lagi, tapi sudah menjadi kebutuhan. Kalau kuartal pertama trennya terus menurun, waduh kita bisa pegangan kepala (pusing),” imbuhnya. (ro)