27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Minta Santri Tauladani Keikhlasan KH. Baidhowi

wagub jatim hadiri haul di ponpes al ihsan sampang madura  (1)Sampang, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta pada para santri untuk meneladani sikap serta keikhlasan KH. Abd. Malik Baidhowi dalam menyebarkan syariah dan mengajarkan pendidikan Islam. “KH. Baidhowi adalah ulama yang semasa hidupnya selalu menyebarkan kebaikan dan mengajarkan keikhlasan. Kebaikan dan keikhlasan itulah yang hingga kini masih di doakan oleh santrinya. Mudah mudahan kita bisa meneladani segala kebaikan dan amal sholehnya,” katanya saat menghadiri Haul KH. Baidhowi ke 22 di Ponpes Al. Ihsan, Omben, Jrangoan Kab. Sampang, Senin (15/12).

Dalam kenangannya, sosok KH. Baidhowi merupakan pribadi yang santun, sholeh dan alim. Keikhlasan yang di ajarkan dalam menyebarkan syariat agama islam tidak mengenal lelah dan tanpa memiliki rasa pamrih. Bahkan, semasa hidupnya ia habiskan untuk menanamkan kebaikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan agama.

Menurutnya, saat ini sangat susah mencari orang yang alim dan sholeh. Ia mencontohkan, ada ulama yang semasa hidupnya sering melakukan kebaikan niscaya ketika ia meninggal akan dicari orang karena santri akan mengenang amal dan perbuatanya.

Sebaliknya, jika terdapat orang berbuat jelek dan jahat semasa hidupnya meskipun ia hidup dan berinteraksi dengan masyarakat maka kehadirannya akan dianggap mayat atau tidak ada. “Mari selama kita hidup mencontoh amalan, perbuatan baik Kiai Baidhowi, sehingga ketika ketika kita wafat masih dicari dan didoakan banyak orang baik sahabat, keluarga maupun kerabat yang jauh,” tegasnya.

Diharapkan, keteladanan maupun perjuangan yang telah ditunjukan Kiai Baidhowi patut dijadikan inspirasi serta motivasi bagi santri-santri untuk mengabdikan ilmunya bagi bangsa, negara dan masyarakat.

Pengasuh Ponpes Al. Ihsan Jrengan, Omben KH. Mahrus Malik mengharapkan, doa dari santri agar seluruh amal ibadah almarhum senantiasa diberikan jalan surge untuknya. Selain itu, santri harus terus mengamalkan ilmu yang telah diajarkan oleh Kiai Baidhowi semasa hidupnya untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. (hery)