20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Standarisasi Sangat Penting Dalam Mengahadpi MEA

Wakil Gubernur Jawa Timur  Menyaksikan Pameran Filafeli  Nasional di Hotel Garden Palace SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Dalam kerangka menghadapi masyarakat Ekonomi Asean  (MEA) masalah standarisasi sangat dibutuhkan dan menjadi penting karena dalam segala macam barang/urusan nantinya dituntut harus memenuhi standar nasional maupun standar internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul saat memberikan pengarahan  pada pembukaan seminar sehari “ Mengantisipasi Dampak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bagi Umat Islam Indonesia di Ruang Al-Marwah Masjid  Nasional Al-Akbar Surabaya, Selasa (9/12/2014).

Menurut Gus Ipul, mengapa standarisasi menjadi penting karena standar merupakan syarat bagi keluar masuknya arus barang atau jasa yang akan  beredar atau diperdagangkan pada MEA tahun 2015 nanti. Sebagai contoh, saat ini seminar dapat dilaksanakan atau diadakan di dalam  di Masjid, berarti cara pandang masyarakat sekarang sudah berbeda dengan cara pandang masyarakat tempo dulu. Seminar bisa dilaksanakan di dalam masjid, karena masjid itu sendiri sudah memenuhi standar nasional tetapi belum memenuhi standar internasional.

Kalau dulu, Masjid hanya digunakan sholat atau berzikir, tetapi saat ini sudah bertambah fungsi yakni bisa untuk membahas masalah sosial budaya maupun digunakan sebagai tempat musyawarah tentang kesejahteraan ummat. Oleh karena itu, standarrisasi menjadi penting untuk ditingkatkan, kalau sekarang masjid Al-Akbar Surabaya berstandar nasional untuk kedepan ditingkatkan lagi menjadi standar internasional. Yaitu di masjid ini harus ada atau disediakan kursi roda, harus ruang untuk bisa untuk mengakses keluar baik itu akses informasi maupun jumlah kegiatan yang ada di masjid selama berdiri sampai sekarang.

Begitu juga dengan barang- barang yang akan diperdagangkan pada MEA nanti, karena MEA adalah masa kompetisi atau persaingan yang ketat dan canggih serta harus pandai-pandai dalam mensiasati serta mencari celah, satdarisasi harus diutamakan dalam setiap jasa atau barang yang akan dijual.

“Jawa Timur merupakan provinsi memiliki pasar yang besar, untuk itu harus bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan meningkatkan mutu produksi dan SDM kita. Semua itu kita lakukan untuk dapat merebut pasar dan memenangkan dalam persaingan ekonomi Asean nanti,” jelasnya.

Selain standarisasi, tambahnya, masalah serius yang harus ditangkap dan ditingkatkan adalah masalah koneksitas, daya saing suplai, kompetinsi SDM serta masalah persaingan dalam merebut pasar dan meningkatkan cara strategi dalam menarik investor  agar mau menanamkan modalnya di jatim.

Seminar sehari yang diadakan oleh pengurus masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ini bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Universitas islam negeri Maliki malang ini dihadiri 300 orang peserta dari seluruh Jawa Timur, dengan pembicara  dari UIN Malang, Unair dan Jawa Pos.  (hery)