02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ummu Fatma: Perwosi Harus Promosikan Olahraga di Lingkungan Pondok Pesantren

Ketua Umum Perwosi Jatim Ibu Fatma Saifullah Yusuf  memberikan ucapan selamat kpd Ibu Catur Nyono Suharli usai dilantik sebagai  Ketua Perwosi Kabupaten Jombang disaksikan Bupati Jombang Nyono  SuharliJombang, KabarGress.com – Olahraga harus diperkenalkan kepada semua masyarakat, salah satunya di lingkungan pondok pesantren (Ponpes). Promosi tersebut agar tercipta masyarakat yang sehat. Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Jatim, Ummu Fatma Saifullah Yusuf saat melantik Ketua Perwosi Kab. Jombang Ir. Hj. Tjaturina Wihandoko MM periode tahun 2014- 2018 di Pendopo Kab. Jombang, Senin(8/12).

Menurutnya, dengan banyaknya jumlah ponpes di Kab. Jombang, juga semakin banyak masyarakat yang harus mengenal fungsi dan bagusnya olahraga untuk kehidupan. Oleh sebab itu, sebagai upaya pengenalan terhadap olahraga khususnya bagi kaum perempuan, Perwosi Kab. Jombang harus ikut andil didalamnya. “Ketua Perwosi yang baru dilantik, harus berupaya agar semua perempuan baik di desa-desa maupun di lingkungan ponpes untuk mencintai olahraga,” ujar Ummu Fatma.

Salah satu cara yang paling mudah untuk mempromosikan olahraga kepada masyarakat adalah dengan mengadakan even yang tidak mengeluarkan biaya, seperti senam, dan jalan sehat.”Promosi olahraga juga harus bersifat fun, dimana dikemas agar menarik para wanita untuk ambil bagian di dalamnya,” katanya

Khusus untuk di lingkungan ponpes, perlu ada inovasi lain agar para perempuan tertarik untuk berolahraga, salah satunya dengan menyelenggarakan pertandingan antar Ponpes di Jombang. “Sebagai contoh mungkin seperti memperebutkan Piala Perwosi. Intinya, mengemas agar menarik minat para perempuan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dengan diselenggarakan Piala Perwosi, selain menciptakan masyarakat cinta olahraga, juga bisa membantu tugas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam menciptakan bibit atlet muda di kalangan Ponpes. Bagi atlet yang berprestasi, bisa diusulkan kepada KONI Jatim untuk mendapatkan pelatihan yang lebih intensif agar berprestasi. “Nantinya, apabila berprestasi bisa mewakili Jatim di ajang nasional dan internasional,” bangganya.

Selain itu, ia memuji adanya car free day di beberapa titik di Kab. Jombang. Dimana, banyak masyarakat yang menggunakan ajang tersebut sebagai wahana untuk berekreasi bersama keluarga juga sebagai sarana untuk berolahraga. “Perwosi harus hadir pada even tersebut. Yakni,dengan membuat stan ataupun menghadirkan instruktur senam agar masyarakat bisa ikut berolahraga bersama Perwosi Jombang,” tambahnya. (hery)