02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dewan Kritisi Kinerja Satpol PP yang Terkesan Tebang Pilih

M. Machmud
M. Machmud

Surabaya, KabarGress.Com – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Moch. Mahmud memberikan kritikan tajam terkait lambatnya kinerja dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tidak segera menutup pasar koblen yang diketahui hampir selam dua tahun pasar tersebut tidak mempunyai ijin.

Politisi asal Partai Demokrat (PD) ini menilai, bahwa satpol PP ada tebang pilih dalam kasus penutupan pasar koblen ini. Padahal diketahui, pasar koblen ini beroperasi selama dua tahun dan sampai saat ini tidak mempunyai ijin Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK). Namun, tidak ada tindakan apapun dari Satpol PP.

“Seharusnya Satpol PP tidak boleh ada pilih kasih. Memang kerjanya sudah bagus selama ini, tapi hanya untuk masalah penutupan dunia malam saja seperti dolly dan hiburan malam lainya. Tapi untuk penutupan pasar koblen kok gak bisa. Kenapa, ada apa ini,” ujarnya, Senin (8/12/2014).

Mantan Ketua DPRD Surabaya ini memberikan contoh, misalnya dijalan raden saleh ada sebuah tanda larangan bahwa truk tidak boleh masuk. Tapi pada kenyataanya setiap malam banyak truk keluar masuk untuk mengakses barang daganganya. Untuk dibawa ke pasar koblen.

“Kayak dijalan raden saleh itu. Sudah jelas-jelas ada tanda larangan untuk truk nggak boleh masuk. Tapi saya melihat sendiri kalau malam, truk itu berlalu lalang keluar masuk untuk mengirim pasokanya ke dalam pasar koblen,” ungkapnya.

Mahmud meminta, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub), dan Polres harus menegakan Peraturan Derah (Perda). Karena di dalam perda mengatakan, tidak boleh sebuah penjara dibuat pasar. Jika hal ini masih tetap dilakukan berarti ini merupakan sebuah pelanggaran.

“Ya kalau pasar, harus di pasar, ini kok pasar didalam penjara. Ini termasuk pelanggaran. Jadi kalau menurut saya Satpol PP harus bertindak tegas dan segera menutup pasar koblen ini,”pintanya.

Dirinya menambahkan, namun sebelum pasar koblen ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus terlebih dahulu menyiapkan tempat sebagai penampungan atau pengganti para pedagang untuk berjualan, agar para pedagang masih tetap bisa berdagang.

“Tapi Satpol PP harus tegas. Kalau memang tidak ada ijinya ya harus ditutup jangan didiamkan terus menerus. Akhirnya pasarnya nanti tambah lebar, dan pengembangnya malah rugi, ini harus segera diberikan keputusan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widayanto mengakui, memang saat ini dirinya membiarkan dulu para pedagang untuk berjualan sampai barang daganganya habis. Tapi setelah barang daganganya habis pasar tersebut langsung disegel.

“Tapi untuk barang yang akan masuk tidak kami perbolehkan. Setelah brang habis nanti langsung akan kami segel sampai mereka (pihak pasar koblen) mengurus ijin dulu,” katanya. (tur)