30/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Turun ke Jalan, Kampanyekan Peduli AIDS

Surabaya, KabarGress.Com – 1 Desember masyarakat dunia memperingari gerakan AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya. Keresahan akan terus bertambahnya jumlah kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS membuat mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya yang tergabung dalam Hospitality Club dan Business Networking Club turun ke jalan menghimbau pengguna jalan aware terhadap AIDS.

Sekitar 40 mahasiswa membentangkan spanduk berukuran 30 meter di perempatan Nginden dari arah Ngagel menuju Prapen pada Senin (1//12/2014) pukul 10.00-12.00. Selain itu mahasiswa menggunakan kostum lateks tertutup tubuh, membagikan pita merah berlambang Aids di setiap kendaraan yang berhenti di lampu merah.

Setelah pembagian pita selesai dilakukan, mahasiswa kembali ke kampus dengan berjalan kami membawa spanduk sepanjang 30 meter bertuliskan “Ubaya Peduli AIDS”. Selama perjalanan kembali ke Kampus Tenggilis, mahasiswa juga memberikan informasi tentang penyebab terjangkitnya HIV/AIDS kepada masyarakat sekitar.

Berdasarkan data dari media Jawa Pos tanggal 24 November 2014, penderita HIV/AIDS tahun 2014 di kota Gresik mencapai 82 orang. Tiga diantaranya meninggal dunia.  Bagaimana dengan di Surabaya kota metropolis kedua?

“Ini sebagai titik awal langkah kami di kampus melalui 2 club karena kami melihat masih perlunya mengedukasi bahaya hiv/aids dan minimnya kepedulian terhadap hiv/aids baik kepada teman di kampus serta masyarakat di sekitar kami”, ungkap Robin Winyoto ketua Hospitality Club.

Tahun depan harapannya lebih banyak yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mahasiswa serta mahasiswa untuk masyarakat. Mengingat data menunjukkan kebanyakan hiv/aids disebabkan oleh seks bebas yang secara data terbesar masuk di kategori usia remaja sampai dewasa awal. Mahasiwa masuk di kategori tersebut.

“Mahasiswa yang turun ke jalan ini adalah mahasiswa yang didalam mata pelajarannya pendapat pendidikan PR dan CSR, sehingga moment ini kami gunakan untuk mempraktekkan ilmu mereka sekaligus harus mampu memberikan dapak yang positif minimal untuk diri sendiri dan masyarakat pada umumnya”, ungkap Prita Ayu Kusumawardhany, S.E., M.M selaku dosen sekaligus pembimbing kegiatan ini. (ro)