02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Banyaknya Air Mampet di Surabaya, Dewan Panggil PDAM

Surabaya, KabarGress.Com – Pemasalahan mampetnya air dan adanya saluran air yang belum terpasang dibeberapa wilayah dari PDAM Swasembada Surabaya terus menjadi pembahasan di komisi B DPRD Kota Surabaya. Salah satunya seperti di Keputih Tegal Timur Surabaya. Hampir selama 20 tahun lebih, wilayah tersebut masih belum dialiri air PDAM.

Anggota komisi B DPRD Kota Surabaya, Erwin Tjahyuadi mengatakan, belum terpasangnya saluran air di wilayah Keputih tegal Timur memang sudah lama terjadi. Padahal disana sangat banyak warga asli Surabaya yang tinggal sejak puluhan tahun. Dirinya meminta kepada pihak PDAM jangan ada dekriminasi. Artinya, hanya wilayah elit saja yang terpasang saluran.

“Memang pipa diwilayah sana sudah ditanam, tapi dihentikan, dan alasanya salah kirim. Itu nggak masuk akal. Ini namanya bukan penyelesaian. Sampai sekarang pun masyarakat disana masih menggunaakan gledek,” ucapnya, saat melakukan hearing, Senin (1/12/2014).

Sekertaris komisi B DPRD Kota Surabaya, Edi Rachmat lebih mengkritik sikap pelayanan publik yang dilakukan oleh petugas PDAM saat melakukan penugasan dilapangan yang kurang baik. Dirinya memberikan contoh, ada petugas PDAM yang menyentak kepada seorang ibu saat melaporkan aliran air dirumahnya mati.

“Kalau memberikan pelayanan janganlah pakai membentak itu kan membuat masyarakat malah semakin jengkel. Masak ada warga lapor kok malah dibentak, itu namanya tidak menunjukan sikap baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi asal fraksi Hannura tersebut, mempertanyakan bagaimana proses rekrutmen yang dilakukan oleh PDAM untuk mencari sebagai Dewan Pengawas (Dewas). Sebab, jika diatur dalam Pereturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) orang yang masuk di area dewas tidak boleh orang dari partai.

“Kenapa saya ingin mempertanyakan ini. Karena saya tahu disana (dewas) ada salah satu orang dari partai bahkan orang itu adalah sekertaris partai. Saya berharap hal ini harus lebih dipertegas oleh PDAM. Jika memang ada orang partai, jangan sampai dijadikan dewan pengawas,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan PDAM Swasembada Surabaya, Sumarno mengakui, memang sebelumnya sudah banyak menerima laporan-laporan dari masyarakat tentang mampetnya atau belumnya terpasang saluran air di beberapa wilayah. Dan dari pihak PDAM berusaha untuk memnuhi kebutuhan masyarakat.

“Nanti semua yang disampaikan para anggota dewan ini, akan langsung kami sampaikan kepada kepala kami. Kami juga akan lebih membenahi kinerja dari petugas di lapangan. Dan kami akan langsung memberi arahan kepada petugas yang mungkin pelayananya kurang baik,” tuturnya. (tur)