03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Remaja Antusias Ikuti Festival Macapat 2014

Festival Macapat 2014 di Universitas Narotama 1Festival Macapat 2014 di Universitas NarotamaSurabaya, KabarGress.Com – Dalam rangka melestarikan budaya khususnya Jawa, Universitas Narotama menggandeng Javanologi Surabaya menggelar Festival Macapat 2014, Sabtu (29/11/2014). Menariknya, festival ini banyak menarik minat anak-anak remaja untuk berpartisipasi. “Lomba ini sengaja dihelat bekerjasama dengan Javanologi Surabaya sebagai ajang pelestarian budaya. Macapat ini adalah dasar dari tembang Jawa yang lain. Ini adalah syair yang dilantunkan tanpa nada-nada yang rumit,” ungkap Ketua Panitia Festival Macapat 2014, Andi Ontjo Wiyono.

Dosen hukum ini mengatakan macapat cocok sebagai sarana sosialisasi dan pengakraban budaya Jawa pada generasi muda. “Nilai pelestarian budaya yang diusung oleh Javanologi Surabaya ini, linier dengan semboyan Universitas Narotama yaitu propatria. Ini bentuk kami melestarikan budaya bangsa,” jelasnya.

Ketua Yayasan Pawitan Gita Patria, H.R. Djoko Soemadijo, mengatakan tembang Macapat itu merupakan pitutur, yaitu mengandung nasehat kebajikan atau berperilaku yang baik. Pada kesempatan yang sama, Djoko juga mengundang atau mempersilakan para insan segala seni untuk datang ke Universitas Narotama memberikan kontribusi dan kerjasama dengan Universitas Narotama dalam menjaga kelestarian budaya bangsa, yang hal tersebut juga sesuai dengan semboyan Universitas Narotama “Pro Patria” (Cinta Tanah Air).

Selaras dengan Djoko Soemadijo, Kepala Bidang Budaya Seni dan Perfilman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jawa Timur, Dra. Hartini, MM, dalam sambutannya mengatakan sebenarnya tembang Macapat mempunyai peranan yang sangat penting karena mempunyai makna atau membawa pesan moral.

Sedangkan Ketua Javanologi Surabaya, Dr. Soemadji Maryanto, MSi, mengatakan cakupan Javanologi adalah ilmu pengetahuan, filsafat dan budaya. Jadi bukan ilmu klenik. Adapun yang membedakannya adalah ilmu pengetahuan moderen adalah ilmu untuk ilmu, dan lebih mengandalkan otak. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Javanologi lebih mengarah ilmu untuk masyarakat dan lebih menggunakan hati.

Ditambahkan, Festival Macapat 2014 diikuti 70 peserta yang terbagi menjadi kategori SMP (29 peserta), SMK (28 peserta) dan dewasa (13 peserta). (ro)