03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Raih Ksatria Bakti Husada Kartika

Gubernur Jatim Soekarwo dapatkan penyematan pin Penghargaan Ksatria Bhakti Husada Kartika dr Menko Pembangunan Manusia&Kebudayaan RI Puan Maharani didampingi Menkes RI Nila Farid MoelGubernur Jatim Soekarwo dpt ucapan selamat dr Menko Pembangunan Manusia&Kebudayaan RI Puan Maharani & Menkes RI Nila Farid Moeloek terima Penghargaan Ksatria Bhakti Husada KartikaGubernur Jatim Soekarwo foto bersama dgn Kader Lestari Hasiudin dari Pamekasan penerima penghargaan dari Jatim di Puncak Peringatan HKN ke 50 di TMII Jakarta Timur(1)Jakarta, KabarGress.Com – Kemajuan pembangunan bidang kesehatan di Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Soekarwo kembali meraih apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat. Setelah menyabet penghargaan MDG’s Award 2014 pada Peringatan Hari Kontrasepsi se-Dunia di Jakarta, (30/11) lalu. Kali ini, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu meraih Penghargaan Ksatria Bakti Husada Kartika.

Penghargaan bergengsi berupa tanda kehormatan berbentuk pin itu disematkan secara langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani kepada Pakde Karwo pada acara puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 Tahun 2014 di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis (27/11).

Penghargaan Ksatria Bakti Husada merupakan penghargaan tertinggi bidang kesehatan dari pemerintah pusat. Penghargaan itu dianugerahkan kepada masyarakat atas prestasi yang sangat luar biasa, luar biasa, dan berjasa besar dalam mendukung keberhasilan pembangunan bidang kesehatan.

Penghargaan yang sama tahun lalu diterima oleh Bude Karwo, panggilan akrab Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo. Tahun lalu Bude Karwo dinilai sebagai tokoh yang sangat peduli kesehatan dan telah menelorkan gagasan-gagasan cemerlang di bidang kesehatan serta pemberdayaan keluarga.

Sementara bagi Pakde Karwo, penghargaan yang ia terima karena pemerintah pusat menilainya telah berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan kesehatan di Jawa Timur. Disamping itu, mantan Sekdaprov Jatim itu juga dinilai berhasil menggandeng para stakeholder seperti organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, BUMN, BUMD, dan Organisasi Profesi untuk turut serta menyukseskan pembangunan kesehatan. Hasilnya, pembangunan kesehatan Jatim dari tahun ke tahun secara konsisten terus mengalami kemajuan dan menunjukkan progress yang menggembirakan.

Salah satu program pembangunan kesehatan yang menjadi andalan adalah 10.000 Taman Posyandu, program ini bahkan berhasil melebihi target, kini ini sudah ada 12.000 Taman Posyandu yang tersebar di seluruh Jatim. Kemudian program percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Data yang tercatat untuk AKI melahirkan di Jatim pada 2012 sebanyak 97,43/100.000 kelahiran hidup, saat ini jumlah tersebut menurun menjadi 97,39/100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut lebih rendah dari target MDG’s 102/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB pada 2011 mencapai 29,94 /1.000 kelahiran hidup, saat ini jumlah tersebut menurun menjadi 25,95/1.000 kelahiran hidup. Sedikit diatas target MDG’s yaitu 23/1.000 kelahiran hidup.

Tak hanya itu, Pakde Karwo juga dinilai sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya melalui program Keluarga Berencana (KB). Data BPS Jatim menunjukkan, pencapaian program KB yang dicapai Jatim terbukti mampu menekan laju pertumbuhan penduduk hingga 0,52 persen. Sedangkan angka kelahiran total (TFR) juga mampu ditekan hingga menyentuh angka 1,92 lebih rendah dari TFR nasional yang mencapai 2,1.

Ditemui usai acara, Pakde Karwo mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja keras pemerintah untuk menyukseskan program sosialisasi (promotif) cara hidup sehat dan program pencegahan (preventif) penyakit di desa/kelurahan di Jatim. Contohnya program pembangunan akses kesehatan di desa/kelurahan dengan meningkatkan Polindes menjadi Ponkesdes, program percontohan Desa Bebas Jentik, serta program-program kesehatan lainnya.

Selain itu, peran kepala daerah, baik bupati/walikota, dinas kesehatan, bersama Tim Penggerak PKK, dan seluruh stakeholder juga sangat mendukung program promotif dan preventif di Jatim. “Semangat kita sama, yakni memperkuat dan menjadikan upaya promotif dan preventif sebagai fokus utama pembangunan kesehatan di Jatim guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera” katanya.

Senada dengan Pakde Karwo, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani mengatakan, pembangunan kesehatan di era sekarang harus lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. Hal ini karena upaya tersebut jauh lebih efektif daripada upaya pengobatan (kuratif).

“Pembanguan kesehatan masa ini adalah mengutamakan upaya pormotif dan preventif dengan tidak mengesampingan upaya kuratif. Artinya, mempertahankan orang sehat agar tetap sehat dan tetap melayani orang yang sakit melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan didapatkan” katanya.

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Farid Nila Moeloek mengatakan, tema HKN ke-50 adalah “Indonesia Cinta Sehat : Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku” bertujuan agar menjadikan budaya hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Diharapkan, seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dapat lebih memperhatikan kesehatan yang merupakan aset utama mereka di masa mendatang.

Selain Pakde Karwo, penghargaan Ksatria Bakti Husada Kartika juga diberikan kepada Gubernur Gorontalo H. Rusli Habibies, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Solok H. Irzal Ilyas Dt Lawik Basa, Bupati Way Kanan H. Bustami Zainudi, Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw, Founder dan CEO Indonesia Medika, Malang, Jatim dr. Gamal Albinsaid, sedangkan peraih penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala adalah Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut, Bupati Pasaman Barat H. Baharuddin R, Bupati Kabupaten Gunung Kidul Hj Badingah, Bupati Sukamara H. Ahmad Dirman, Bupati Sleman Sri Purnomo, Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Hj. Tri Kirana Muslidatun, dan Direktur Yayasan Pondok Kasih Surabaya, Jatim dr. Michael Leksodimulyo. (eri)

Teks foto:

– Gubernur Jatim Soekarwo mendapatkan penyematan pin Penghargaan Ksatria Bhakti Husada Kartika dari Menko Pembangunan Manusia & Kebudayaan RI, Puan Maharani, didampingi Menkes RI, Nila Farid Moeloek.

– Gubernur Jatim Soekarwo mendapat ucapan selamat dari Menko Pembangunan Manusia & Kebudayaan RI, Puan Maharani & Menkes RI, Nila Farid Moeloek, di sela-sela penerimaan Penghargaan Ksatria Bhakti Husada Kartika.

– Gubernur Jatim Soekarwo foto bersama dengan Kader Lestari Hasiudin dari Pamekasan penerima penghargaan dari Jatim di Puncak Peringatan HKN ke 50 di TMII Jakarta Timur.