03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Manfaatkan Hasil Laut Kenjeran untuk Pangan Sehat

Manfaatkan Hasil Laut Kenjeran untuk Pangan SehatManfaatkan Hasil Laut Kenjeran untuk Pangan Sehat 1Surabaya, KabarGress.Com – Angka konsumsi ikan selama lima tahun terakhir terus naik. Hal ini menunjukkan bahwa ikan merupakan salah satu alternatif konsumsi yang diminati masyarakat. Data statistik yang diperoleh dari Pusdatin KKP juga menunjukkan bahwa minat untuk mengkonsumsi ikan semakin besar seiring dengan bertambahnya tahun. Berkaitan pula dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, perikanan beserta hasil olahannya menjadi salah satu kekuatan yang layak diperhitungkan.

Pantai Kenjeran yang terletak di Surabaya terkenal akan hasil laut yang melimpah. Warga sekitar pantai banyak berwirausaha dengan memanfaatkan hasil laut tersebut, mulai dari menjual aneka rambak yang terbuat dari olahan terung laut, teripang, lorjuk, dan ebi. Ada juga yang membuat peyek layur, kerupuk kulit kakap maupun kerupuk ikan layur. Selain diversifikasi produk, warga yang tergabung dalam aneka bentuk usaha kecil menengah (UKM) tersebut juga harus memperhatikan higienitas, tata cara pengolahan bahan pangan, bahkan pengemasan produk yang baik dan benar agar kualitas produk olahan ikan mereka terjaga.

Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggandeng ibu-ibu warga Kelurahan Sukolilo untuk membuat inovasi baru dari hasil laut kenjeran. Melalui pelatihan pembuatan bakso dan nugget berbahan ikan tongkol serta sosis udang, 20 warga diajak mengikuti pelatihan dan langsung berpraktik di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan UKWMS.

Warga mendapat pengarahan tentang pentingnya menjaga kebersihan produk dan pengemasan yang baik dalam proses produksi dan pengolahan bahan pangan dari salah satu dosen Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan (FTP) UKWMS yakni Thomas Indarto Putut S, Ir., MP. Peserta pelatihan yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu terlihat antusias pada saat praktik proses pembuatan sosis udang.

Mulai dari tahap penggilingan daging udang hingga pengemasan dalam selongsong sosis yang terbuat dari serat nabati/ selulosa yang dapat dimakan hingga pengukusan ataupun pembakaran di oven hingga matang. Selain membuat sosis udang, warga juga diajarkan membuat bakso dan nuget berbahan ikan tongkol. “Kali ini kita memang membuat makanan sehat jadi semua olahan tidak ada yang menggunakan MSG, nanti kalau di rumah anaknya tidak suka karena bau amis bisa ditambahkan jeruk dalam pembuatan adonannya, cita rasanya pun tetap akan terjaga , “ terang Thomas Indarto kepada warga yang mengikuti pelatihan.

Program pelatihan ini sendiri merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya yang lebih berfokus pada pola hidup warga yang sehat. Warga diedukasi untuk tidak terbiasa menjadi warga yang konsumtif namun warga produktif. Warga diajarkan untuk menanam sayuran sendiri dirumah dan ditata secara cantik. “Pemberdayaan masyarakat itu tidak semudah membalikkan tangan, harus dilakukan secara berlanjut dan bertahap dari dasar mulai dari membuka pola pikir warga yang lama,” urai Adriana Ateng Anggorowati, M.Si., Dra selaku Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan Masyarakat LPPM.

“Rencana ke depan kami dari pihak LPPM akan membekali alat penggilingan untuk empat kelompok kecil warga agar pelatihan ini tidak berhenti di laboratorium ini saja, namun berlanjut untuk wirausaha,” ujar Anteng.

Pemodalan dalam bentuk usaha kelompok diharapkan dapat menghidupkan kebersamaan kelompok wirausaha warga Kelurahan Sukolilo. “Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan produk ini pun tidak menggunakan alat khusus. Harapannya memang warga dapat mengapliksikan hasil dari pelatihan ini di kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membuat makanan sehat untuk keluarga,” papar Anteng yang juga merupakan dosen di Fakultas Teknik Kimia UKWMS. (ro)