03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jalani Hidup Sehat, Bude Karwo Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan

Surabaya, KabarGress.com – Bude Karwo, panggilan lekat Nina Soekarwo selakuKetua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan)Provinsi Jatim mengajak seluruh masyarakat untukmenjalani hidup sehat dengan mengkonsumsi ikan setiap hari. Ini penting karena Ikan mengandung vitamin dan omega-3 yang  terbukti bermanfaat untuk kesehatan.

“Fakta tersebut diperkuat oleh penelitian para ilmuwan yang membuktikan bahwa pada masyarakat dan suku-suku bangsa yang makan ikan sebagai menu sehari-hari jarang terkena penyakit jantung koroner dan diabetes melitus,” jelasnya saat menghadiri Gebyar Gerakan Makan Ikan Nasional (Gemarikan) 2014 di Graha ITS, Surabaya, Rabu (26/11).

Ia menambahkan, kebutuhan makan ikan akan difokuskan pada ibu-ibu hamil, karena 1000 hari pertama kehidupan mulai bayi dalam kandungan menentukan tingkat kecerdasan dan kesehatan seseorang. Sebab itulah peran ibu-ibu forikan yang sekaligus anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tiap kabupaten/kota harus mengkampanyekan pentingnya makan ikan.

Hal itu perlu dilakukan, karena target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) pada goal ke lima jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional meningkat, dari 228 per 100 ribu kelahiran hidup sekarangmenjadi 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Pendampingan yang sudah dilakukan kepada ibu hamil selama ini, perlu diselipkan program pemenuhan kebutuhan gizi. “Dengan fokus memberikan gizi yang baik dan cukup melalui  makan ikan, akan mampu mengurangi resiko kematian ibu hamil dan melahirkan,” imbuh Bude Karwo yang juga Ketua TP PKK Provinsi Jatim.

Disamping menyehatkan, mengkonsumi ikan juga mencerdaskan otak manusia. Sejarah telah mencatat peradaban-peradaban besar tumbuh di tepian sungai Nil, Gangga, Yangtse kiang, dimana peradaban tersebut berkembang seiring dengan perkembangan kecerdasan otak manusia. “Di Jepang mulai menu utama sampaidessert hampir semuanya berbahan baku ikan, dan terbukti usia harapan hidup masyarakat jepang lebih lama,” terangnya.

Dijelaskan, berdasarkan data yang ada konsumsi ikan di Jatim pada umumnya masih rendah yaitu sebesar 24,57 kg/kapita/tahun. Namun ada juga daerah di Jatim yang tingkat konsumsinya hanya 10,19 kg/kapita/tahun.Padahal hasil perikan kelautan di Jatim adalah salah satu penyuplai terbesar di indonesia untuk kebutuhan ikan.Meskipun masih jauh di bawah pola harapan nasional sebesar 35 kg/kapita/tahun, tapi kecenderungannya terus meningkat dari tahun ke tahun. “Peningkatan konsumsi ikan perlu kita apresiasi dan optimis bahwa kinerja Forikan bersama pemprov dan pemkab/pemkot serta masyarakat peduli konsumsi ikan telah menunjukkan hasil yang positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah telah menaruh perhatian besar terhadap permasalahan kurangnyakonsumsi ikan di Indonesia, yaitu dengan menerbitkan Keputusan Presiden tahun 2014 yang menetapkan tanggal 21 Nopember sebagai Hari Ikan Nasional (Harkanas). Melalui komitmen tersebut diharapkan kedepan ikan dapat menjadi sumber ketahanan pangan dan gizi nasional. “Kedepan kegiatan tahunan Gemarikan supayadikembangkan dengan inovasi dan kreatifitas baru yang bisa mendorong meningkatnya budaya makan ikan di masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Forikan Indonesia Dr. Joko Maryono mengatakan, Indonesia mempunyai ladang protein terbesar yang berasal dari ikan. Namun pada kenyataannya rata-rata orang indonesia hanya mengkonsumsi ikan sebanyak 30 gr/hari, padahal idealnya 100 gr/hari. Dengan dicanangkannya program forikan untuk ibu-ibu hamil merupakan bentuk usaha mencerdaskan bangsa. “Blue print suatu bangsa dibentuk oleh kecerdasan dan kesehatan anak cucu kita saat usianya di bawah lima tahun,” tambahnya.

Menurut Joko, rendahnya mengkonsumsi ikandisebabkan adanya kultur atau budaya melarang makanikan yang bisa menyebabkan alergi pada tubuh manusiamenjadi gatal-gatal. Untuk itu, perlu adanya sosilisasi danpemahaman manfaat protein ikan yang dapatmencerdasakan manusia. Misalnya melalui garakan LELAKI (Lele Lahan Kering) di tiap rumah tangga, sehingga ikannya bisa dikonsumsi sehari-hari atau bahkan bisa dijual. “Sekali lagi saya mengajak mari berpindah dari mengkonsumsi daging merah menjadi daging putih (ikan, tahu, tempe), karena protein ikan lebih tinggi daripada daging sapi,” ungkapnya. ​

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Jatim Ir. Heru Tjahjono menyampaikan, kegiatan Gebyar Gemarikanyang bertema “Ikan Sebagai Sumber Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional”, bertujuan untuk mensosialisakan kepada masyarakat pentingnya makan ikan mulai dari ibu hamil, anak di bawah 5 tahun dan orang tua. Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas ikan yang dikonsumsi. Diikuti oleh 900 peserta yang terdiri dari 115 forikan dari 38 kab/kota, 190 tim lomba masak serba ikan dan 40 UKM. Turut hadir Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP-RI, Ketua Forikan kab/kota se Jatim, dan pejabat di lingkup Pemprov jatim. (hery)