26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

AXA Mandiri Gencarkan Literasi Keuangan untuk Masyarakat Surabaya

Cust Gathering Surabaya 1Surabaya, KabarGress.Com – Data dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013 menyatakan masyarakat Indonesia masih memiliki pemahaman yang relatif rendah terhadap produk keuangan. Tercatat baru 57,28 persen penduduk Indonesia yang memanfaatkan produk perbankan. Sementara itu, baru 18 dari 100 orang yang telah memahami akan manfaatnya asuransi, dimana baru 12% responden yang telah mulai memanfaatkan produk asuransi.

Menyadari fakta-fakta di atas, AXA Mandiri berinisiasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dengan mengadakan program literasi keuangan bertajuk “START NOW” yang telah dilaksanakan di 13 kota di Indonesia pada 2014 ini. Sekarang giliran AXA Mandiri bertamu ke kota Surabaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan, bertempat di Sheraton Hotel Jl. Embong Malang 25-31 Surabaya, Selasa (25/11/2014).

Presiden Direktur AXA Mandiri, Arry Basuseno, tampil sebagai narasumber untuk turut berbagi informasi mengenai perencanaan keuangan. “Besanya jumlah siswa tingkat dasar menjadi pasar untuk dikembangkan Axa Mandiri tahun depan. Secara nasional, jumlah peserta didik mulai dari SD hingga SMA mencapai 58 juta sehingga peluang untuk meningkatkan asuransi pendidikan cukup besar,” ungkap Arry.

Hal yang menambah optimis, mengingat 2015 diperkirakan pertumbuhan ekonomi di semua sektor mengalami pertumbuhan positif. “Prospek tahun depan kita fokus pada asuransi pendidikan, meskipun tahun ini kita sudah melakukannya,” timpalnya.

Menurutnya, asuransi pendidikan memiliki potensi yang cukup besar tetapi pertumbuhannya melambat. Selain program asuransi pendidikan, Axa Mandiri juga menyiapkan program asuransi kesehatan. Pihaknya tidak terlalu ragu dengan kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Justru kita sudah memiliki kerjasama dengan BPJS coordination of benefit. Tidak ada lagi keraguan, kita akan kalah atau menang dalam bersaing,” tandasnya.

Keberadaan BPJS sedikit banyak menguntungkan pihaknya. Berdasarkan data yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan di Indonesia masih rendah, atau baru 1,2 persen dari total penduduk Indonesia yang berasuransi. Keberadaan BPJS justru menambah wawasan kepada masyarakat akan pentingnya asuransi.

Tahun ini Axas Mandiri menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 15 persen jumlah total nasabah pada akhir tahun ini. Hanya saja Arry tidak menyebutkan jumlah angka riil target kenaikan jumlah nasabah tahun ini. Tetapi perbandingan tahun lalu, jumlah total nasabah Axa Mandiri mencapai 2 juta.

Sejauh ini Axa Mandiri tidak terlalu mengobral laporan kinerja tahunan. Berdasarkan laporan non audit aset hingga Oktober 2014 sudah tercapai Rp21 triliun, sedangkan periode 2013 tercatat aset mencapai Rp16 triliun. “Kita sengaja tidak mengobral agar tidak diintip tetangga sebelah,” ujarnya. (ro)

Teks foto: Presiden Direktur AXA Mandiri, Arry Basuseno (tengah) saat acara literasi asuransi kepada masyarakat Surabaya.