03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Islam Tidak Benarkan Ajaran ISIS

* Pengajian Di Tapen-Lembeyan

Magetan, KabarGress.Com – Gerakan Islamic State Of Irak-Suriah (ISIS) sudah sepatutnya  diwaspadai oleh umat Islam. Karena  ajaran ISIS  mengajarkan kebencian,  melakukan kekerasan dan keresahan umat,  bahkan  membenarkan melakukan pembunuhan  terhadap sesama umat Island dan umat lain. Ajaran ISIS seperti jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam.  Pada hakekatnya,  keberadaan Islam  menjadi  rahmatan lil Alamin bagi semua umat di dunia.  “Islam tidak mengajarkan apa yang diajarkan  oleh ISIS,” ujar  KH  Mahyan Ahmad dari Grobogan Jawa Tengah, di DesaTapen  Kec. Lembeyan Magetan, Senin (24/11) malam.

Pengajian umum di Desa Tapen tersebut dihadiri ratusan warga, dan sejumlah pejabat setempat serta dihibur hadrah. Dia menjelaskan, umat Islam yang  rajin beribadah ,  suka mengaji, istiqomah, serta  hatinya bersih tidak pernah menyakiti sesama umat Islam atau terhadap umat lain,   bakal menemukan ketentraman dunia dan di akherat . Karena itu,  ikuti ajaran agama Islam sebagaimana  tuntunan Al Qur’an dan  Sunnah Rosul.  Jangan mudah terpengaruh terhadap ajaran yang  menyimpang Kiai  dalam ceramahnya bikin terpingkal pingkal jamaahnya  menegaskan, Islam mengajarkan kebaikan.  Umatnya tidak dibenarkan menyebarkan kebencian kepada siapapun dan dengan alasan apapun. Pengajian pun tidak boleh sebagai  sarana menjelek-jelekan orang lain, menghujat  terhadap sesama umat Islam  maupun  umat agama lain.

“Ngaji iku ora  oleh ngelek-ngelek wong liyo, ngaji iku nggak kanggo  menyakitkan tonggo. Ngaji  kanggo awak dewe, ojok ngelek-ngelek wong,” ujarnya.

Sekarang kenyataaannya, banyak orang yang suka menjelek-jelekan orang (pihak) lain. Kalau sikap  seperti itu diterus-teruskan, maka  akan jadi  budaya yang tidak sehat. “Wong sing  uripe nggaweane  nyakiti atine wong,  uripe  bakal nggak kepenak,” tuturnya.

Dia mencontohkan dalam  keluarga, anak yang suka menyakiti hati  orang tua, maka anak tersebut bakal tidak mendapat ridlo. “Anak wani karo wong tuwo bakal  ciloko. Amargo dongone wong tuwo iku mandi. Ojok sekali-sekali wani karo wong tuwo,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ada kemorosotan  etika dan tawadu’ pada orangtua di kalangan anak-anak.  Contoh, banyak anak yang berani kepada orang tua, padahal sejak kecil anak dibesarkan secara ikhlas oleh bapak ibunya. Lain lagi, ada banyak istri berani pada suami, sebaliknya  banyak suami  tidak bisa menempatkan kewajibannya sebagai suami.

Yang  sangat memprihatinkan,  lanjut Kiai Mahyan,  saat ini kerukunan dalam keluarga mengalami kemorosotan.  Coba sesama anak gegeran karena hal yang sepele,  hanya gara-gara  gegeran harta.  “Makane nek wis wong tuwo ora enek, anak mbarep kudu kuat dienggone, kudu jembar atine, kudu legowo atine,amargo anak mbarep iku gantine wong tuwo,” tuturnya.

Nah, kerukunan  keluarga  adalah kunci  awal dari kerukunan  masyarakat. Karena itu wajib bagi umat Islam menciptakan kerukunan dalam keluarga. Keluarga yang sakinah  mawaddah wa rohmah. “Ojok sampe ora gelem rukun karo dulure. Wong tuwo bakal susah ning kubur ,  nek  anak-anake  ora podo rukun,” katanya. (*)

Teks foto: Suasana pengajian di Desa Tapen Lembeyan.