03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

7.577 Kades se Jatim Ikuti Pelatihan Tata Kelola Pemdes

Menteri Desa, PDT dn Transmigrasi RI Marwan Jafar  didampingi Wagub Saifullah Yusuf bersama Kepala Badiklat Jatim Saiful  Rahman memukul gong dimulainya Bimtek Kepala Desa se Jatim di Mako BrimSurabaya, KabarGress.com – Jumlah keseluruhan  Kepala Desa (Kades) se Jawa Timur sebanyak 7.722 kades, dari jumlah tersebut sebanyak 7.577 Kades yang telah mengikuti program Sosialisasi dan Pelatihan Tata Kelola Pemerintahan Desa menuju Desa Mandiri, Sejahtera dan Partipatoris yang diadakan pemerintah provinsi jawa Timur Tahun 2014.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul panggilan lekat Wagub Jatim, Drs. Saifullah Yusuf saat memberikan pengarahan pada Sosialisasi dan Pelatihan Tata Kkelola Pemerintahan Desa bagi Kades Tahun 2014 di Pusdik Brigade Mobil (Brimob) Watu Kosek, Gempol Pasuruan, Senin(24/11).

Dikatakan,  Sosialisasi dan pelatihan ini sangat penting  Kepala Desa  untuk itu  harus diikuti  oleh seluruh Kepala Desa yang ada di wilayah Jawa Timur tidak boleh tidak hukumnya wajib. Oleh karena itu, kalau sampai ada Kepala Desa yang tidak mengikuti atau tidak hadir dalam pelatihan ini, pasti ada sanksinya. Kalau jumlah keseluruhan Kades se Jatim sebanyak 7.722 kades dan yang mengikuti hingga saat ini yang merupakan program terakhir hanya 7.577 kades saja, berarti ada sekitar 145 orang Kades yang absen atau tidak ikut pelatihan.

“ Saya tidak tahu, bagaimana kelanjutan dari 145 orang ini. Apa mau diadakan sendiri atau bagaimana itu tergantung dari program Diklat prov. Jatim,” jelasnya.

Ditambahkan, Maksud dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal kepada kades supaya nanti setelah selesai menjabat juga selesai masalahnya, jangan sampai selesai jabatannya tapi urusannya belum selesai. Karena pelatihan ini sebegai tempat atau sarana pemberian ilmu dan pengetahuan tentang bagimana tata cara serta sistem  pengelolaan desa yang baik dan benar termasuk sistem pengelolaan anggaran atau dana dan pengispejiannya.

Selanjutnya Gus Ipul mengatakan, mulai tahun 2015 nanti setiap desa akan menerima Anggaran dari Pusat sebesar Rp 1 milyar sampai Rp 1,4 milyar. Dan anggaran ini harus digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan nomen klaturnya, umpanya untuk pemberdayaan masyarakat desa itu berapa, pembangunan infrastruktur serta pembangunan refitalisasi pasar desa dan anggaran untuk peningkatan SDM desa. Itu semua harus jelas dan transparan, sehingga bisa dipertanggung jawabkan dan tepat waktu.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul mengatakan, agar pembangunan itu bisa berhasil mulai dari tingkat desa sampai ke tingkat paling atas, maka ada empat komonitas kantong kemiskinan yang harus mendapat perhatian/penanganan khusus atau mendapat bantuan. Yakni komonitas pengangguran, komonitas nelayan dan komonitas petani serta yang keempat adalah komonitas buruh. “ Kalau keempat komonitas ini diperhatikan dan ditangani dengan betul-betul maka semua masalah kesenjangan sosial yang ada di masyarakat selama ini akan terselesaikan,” tegasnya.

Sementara  itu kepala Bandiklat Prov. Jatim, Drs. Syaiful Rahman,MSi melaporkan, sosialisasi dan pelatihan tata kelola pemdes bagi Kades se Jatim tahun 2014 ini, seharusnya diikuti sebanyak 2.722 Kades yang terbagi menjadi sembilan Angkatan. Yaitu mulai dari  tgl 28 sept – 04 Okt 2014  Angkt I sampai dengan  tgl 23 – 29 Nop 2014 Angkat IX dan merupakan angkatan terakhir sekarang ini  ternyata hanya 7.577 kades yang mengikuti pelatihan dan sebanyak 145 kades yang absen.

Sosialisasi Kades sembilan angkatan ini diadakan di empat tempat yakni di islamic Center Surabaya, Pusdik Brimob watu Kosek Gempol pasuruan dan di Villa Duta kasih Tretes Pasuruan serta di Warung Desa Trawas Mojokerto. (eri)