27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Siapkan Laboratorium Standarisasi IKM

Pemprov Jatim Siapkan Laboratorium Standarisasi IKMSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengatakan, menghadapi pasar bebas Asean 2015, Pemprov Jatim akan menyiapkan laboratorium standarisasi industri kecil menengah(IKM). Upaya lainnya dengan melakukan standarisasi dan sertifikasi barang dan jasa.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional dengan tema “Potensi Daerah dan Peningkatan Daya Saing Indonesiadi Era MEA” di Aula Garuda Mukti, Gedung Rektorat Universitas Airlangga, Kamis (20/11).

Ia mengatakan, Lab. Standarisasi IKM ini berbentuk mobil yang didalamnya terdiri dari berbagai macam kebijakan yang melayani standarisasi dan sertifikasi terhadap barang dan jasa. “Kami telah memesan beberapa mobil yang akan dilengkapi petunjuk tentang standarisasi dan sertifikasi barang dan jasa. Keberadaan mobil ini akan berkeliling di setiap daerah yang ada di Jatim,” ujarnya.

Pakde Karwo, sapaan tenar Soekarwo menjelaskan, dalamLab. Standarisasi IKM tersebut akan dijelaskan secara detail pengetahuan bahan baku produk, cara desain produk, pemasaran, pelatihan, sertifikasi halal, Sertifikat Nasional Indonesia (SNI), perlindungan produk hingga peningkatan kualitas SDM secara teknis hingga manajerial.

Selain itu, mobil yang telah didesain tersebut jugamemberikan petunjuk mengenai fasilitasi permodalan yang bekerja sama dengan Bank UMKM Jatim sekaligus bimbingan standarisasi dari lembaga yang berkompeten.  “Mobil tersebut akan berkeliling di setiap daerah di Jatim dan akan berhenti di empat Bakorwil guna memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang pentingnya standarisasi menghadapi Pasar Bebas Asean,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo juga mengingatkan pentingnya daya saing bagi seluruh masyarakatnya. Menurutnya, daya saing sangat ditentukan oleh infrastruktur, kualitas SDM sertapengelolaan yang efektif barang dan jasa.

Mengelola barang dan jasa ini tidaklah mudah dalam menghadapi Pasar Bebas Asean. Namun, barang dan jasa perlu disertifikasi dan distandarisasi. “Standarisasi dan sertifikasi adalah upaya yang harus segera dilakukan. Jangan sampai pasar dalam negeri kita diambil oleh luar negeri,” tegasnya.

Menurutnya, terdapat peluang dan tantangan dalammenghadapi Pasar Bebas Asean 2015. Peluang yang bisa diraih adalah Asean sebagai pusat jaringan produksi (production network) dan kawasan tujuan investasi. Selain itu, pasar tunggal memudahkan pembentukan joint venture dengan perusahaan di kawasan Asean sehingga lebih memudahkan akses bahan baku yang belum dapat dipasok dari dalam negeri

Sedangkan tantangan yang harus dihadapi adalah meningkatkan transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang yang menciptakan pasar seluas 4,47 juta km2 dengan potensi pasar lebih kurang sebesar 625 juta jiwa.

Dihadapan 36 delegasi Perguruan Tinggi se-Indonesia, Pakde Karwo juga memaparkan, kinerja perdagangan antar pulau berjalanon the track. Hingga triwullan 3 tahun 2014, ekspor perdagangan dalam negeri mencapai Rp. 305,789 trilliun dan impor perdagangan sebesar Rp. 241.315 trilliun sehingga surplus Rp. 64.474 trilliun.

Untuk izin prinsip investasi, sampai dengan triwulan 3 tahun 2014 bedasarkan PMDN mencapai Rp. 24,08 trilliun dan PMA Rp. 72,44 trilliun. Dari jumlah tersebut realisasi investasi PMDN mencapai Rp. 34,08 trilliun dan PMA sebesar Rp. 15,46 trilliun.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Senat Akademik Unair Prof. Fendy Suhariadi mengatakan, jelang Pasar Bebas Asean ada ancaman dan tantangan serius yang harus dipersiapkan oleh masyarakat dan mahasiswa.

Tantangan dan ancaman serius tersebut meliputi banyaknya arus barang, jasa dan SDM yang dengan mudahnya keluar masuk ke Jatim. Hal tersebut harus diantisipasi melalui regulasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. “Pasar Bebas Asean 2015, mengharuskan kita sebagai bangsa mempersiapkan diri secara kualitas. Jika tidak, SDM bangsa kita yang kurang akan dengan mudah dihabisi oleh bangsa asing yang masuk,” terangnya.

“Generasi muda bangsa harus dipersiapkan sejak awal supaya tidak kalah bertanding dengan negara di Asia. Kata kunci untuk terus meraih kesuksesan adalah dengan kerja keras,” tutupnya.

Pakde Karwo Minta Pemerintah Temui Pengunjuk Rasa

Usai memberikan paparannya menghadapai MEA 2015 di Aula Kampus C Unair, Pakde Karwo menjawab pertanyaan wartawan terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kericuhan yang terjadi di berbagai daerah.

Pakde Karwo berpendapat, pemerintah harus menemui demonstran yang ingin menyampaikan aspirasi akibat dampakkenaikan harga BBM. “Jangan kemudian pemerintah membiarkan demonstran bertindak anarkis dan tidak ditemui. Jika tidak ditemui yang terjadi adalah gejolak masyarakat semakin keras,” terangnya.

Pendemo menganggap pemerintah tidak fair terhadap aspirasi yang disampaikan. Akan tetapi, pemerintah jangan bertindak apatis terhadap setiap penyampaian aspirasi melalui demo. “Pemerintah jangan mengabaikan setiap aspirasi yang ingin disampaikan pendemo. Harus ada komunikasi dua arah yang baik. Demokrasi memberikan kesederajatan, Pengambil keputusan dan yang terkena dampak akibat keputusan harus bertemu,” ungkapnya.

Ia juga bersyukur, demo yang dilakukan oleh organda tidak terjadi di Jatim. Akan tetapi, Pakde Karwo juga berharap ada solusi kebijakan bagi angkutan umum. “Ekonomi tidak bisa dilarang seperti politik. Pelaku ekonomi yang rugi juga harus diberikan ganti yang sesuai. Pelaku ekonomi tidak bisa main larang-larangan,” tegasnya. (eri)