03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jawa Timur Masih Kekurangan Profesi Penilai

Jawa Timur Masih Kekurangan Profesi PenilaiSurabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusufmengatakan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, tingkat pertumbuhan ekonomi, serta jumlah pelaku usaha yang menginvestasikan modalnya di Jawa Timur, maka keberadaanprofesi penilai sangatlah jauh dari cukup, masih sangat kurang.

“Anggota Mappi  (Musyawarah Profesi Penilai Indonesia) Jawa Timur jumlahnya ribuan, tetapi jumlah penilainya masih sangat kurang,” jelasnya saat membuka Musyawarah Daerah V Mappi (Masyawarah Profesi Penilai Indonesia) Jawa Timur, di Victoria Ballroom Empire Palace Surabaya, Kamis (20/11).

Menurutnya alasan dibutuhkannya jasa penilai. Pertama, mereka  mempunyai ilmu, mempunyai cara untuk menilai asset sesuai dengan standar dan ukuran yang telah ditetapkan secara internasional.

Dicontohkan, saat ini Pemprov. Jatim sedang giat membangun infrastruktur termasuk pembangunan TOL yang bertujuan untuk memperlancar arus lalu-lintas. Salah satunya membutuhkan lahan milik masyarakat. Tentunya lahan tersebut harus dibebaskan dengan cara pemerintah melakukan ganti-rugi.

“Disinilah fungsi profesi penilai dibutuhkan. Dengan adanya jasa penilai, pembebasan tanah milik masyarakat  dapat segera terlaksana, dan TOL pun dapat segera dibangun,”jelasnya

Kedua, jasa penilai semakin dibutuhkan seiring dengan  pertumbuhan ekonomi Jatim tertinggi di Indonesia setelah Jakarta, sehingga suatu barang atau aset juga semakin tinggi, apakah itu asset milik pemerintahan maupun non pemerintahan.

“Seharusnya institusi pemerintah maupun non pemerintahmembutuhkan penilai untuk mengetahui asset yang dimiliki.Atas jasa penilai, nilai asset milik pemerintah, swasta ataupun perorangan  tidak terlalu atau tidak terlalu tinggi, sesuai dengan standar yang ada,” ungkap papar Wagub yang biasa disapa Gus Ipul.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul mengapresiasi keberadaan MAPPI Jatim, walaupun masih kurang jumlahnya, tetapi sangat giat melakukan pelatihan baik untuk penilai tingkat dasar, menengah sampai mengadakan sertifikasi penilai.

Gus Ipul mengharapkan Mappi mampu mendidik penilai sesuai kebutuhan yang diperlukan Jawa Timur dengan kualitas standar internasional, sehingga tidak perlu mendatangkan jasa penilai dari daerah lain.

Sekjen MAPPI Pusat, Budi Prasojo mengapresiasi Mappi Jatim karena sangat giat mengadakan pendidikan. Diharapkan bisa mengembangkan sampai di daerah-daerah.

“Keberadaan penilai sangat dibutuhkan, karena setiap dua tahun akan diadakan perhitungan neraca aset milik pemerintah. Disinilah jasa penilai sangat dibutuhkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Mappi Jatim periode 2010 – 2014 Giri Bayu Kusuma mengatakan peran penilia sangat strategis didalam pertumbuhan ekonomi  Jatim. Antara lain untuk penilaian harga tanah, ikut berperan meningkatkan PAD karena ikut menentukan kenaikan pajak PBB. (eri)