03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sebagian Sopir Angkot di Terminal Joyoboyo Lakukan Mogok Jalan

BBM naik, angkutan darat mogokSurabaya, KabarGress.Com – Sebagaian Sopir angkutan umum baik Bus Kota maupun Bemo yang berada di Terminal Joyoboyo, Rabu (19/11/2014) melakukan aksi mogok operasional. Aksi mogok ini sebagai bentuk kekecewaan para sopir angkot terhadap keputusan Pemerintahan Jokowi-JK pasca kenaikan harga BBM dua hari lalu. Namun, juga tidak sedikit sebagaian sopir angkot yang masih beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Eddy mengatakan, mogok yang dilakukan sopir angkot pasca kenaikan harga bbm, dinilainya wajar. Sehingga dirinya ikut memaklumi jika ada sebagaian sopir angkot melakukan mogok jalan. Namun, ia berharap aksi mogok ini tidak sampai berkepanjangan, sehingga dapat merugikan penumpang.

“Saya tahu ini adalah rasa bentuk kekecewaan sopir angkot disini pasca kenaikan harga BBM. Sebab sebelum BBM naik saja sepi, apalagi sekarang. Makanya itu, saat ini kita cari cara bagaimana agar para sopir ini bisa kembali bekerja seperti dulu lagi, dan banyak penumpang,” katanya, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Terminal Joyoboyo.

Sementara itu, salah satu sopir angkot di Terminal Joyoboyo, Ari, mengakui jika dirinya dan rekan-rekannya
mogok akibat kenaikan harga BBM. Sebab, dirinya kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi yang menaikan harga BBM, tanpa memikirkan bagaimana nasib rakyat kecil.

“Memang sebagaian dari kami ada yang mogok. Tapi juga ada yang masih jalan. Karena, di Joyoboyo belum ada koordinasi yang jelas. Makanya, sebagaian dari kami ada yang mogok dan juga yang tetap narik angkot mas,” ujarnya.

Ari menuturkan, memang jika sebelum kenaikan harga BBM saja jumlah penumpang sudah sepi, kini ditambah naiknya harga BBM justru akan semakin membebani pendapatan para sopir angkot. Ia menambahkan, memang secara resmi pemerintah belum mengeluarkan tarif angkot pasca naiknya harga BBM. Namun, seluruh sopir angkot di Joyoboyo sepakat menaikan tarif sendiri.

“Kalau menunggu keputusan pemerintah terlalu lama mas. Makanya, sambil menunggu, kami disini sudah sepakat untuk naikkan sendiri mas tarif angkutan umum. Dari Rp4.000 menjadi Rp4.500,” pungkasnya. (tur)