Gus Ipul Ajak Remaja Hindari Pergaulan Bebas

Gus Ipul Ajak Remaja Hindari Pergaulan BebasMalang, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengajak semua remaja menghindari TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) salah satunya pergaulan bebas.

“Dengan menghindari TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (Seks bebas, NAPZA, dan HIV/AIDS) akanmeningkatkan kualitas dan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan terhindar dari resiko TRIAD KRR,” terangnya saat membuka Temu Bakti Genre (PIK remaja/Mahasiswa dan Saka Kencana) Tingkat Daerah Jatim2014 di Rindam V Brawijaya, Malang, Selasa (18/11) malam.

Ia mengatakan, yang terpenting memberi pengertian pada remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)untuk wanita di atas 20 tahun dan pria berusia minimal 25 tahun. “Semakin dewasa usia wanita menikah, maka semakin pendek masa reproduksinya, semakin sedikit anak yang dilahirkan. Inilah esensi pentingnya keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M), karena merekalah yang menyosialisasikan pentingnya program KB,” urainya.

Dijelaskan, salah satu basis PIK R/M adalah masyarakat dimana salah satunya melalui Pramuka secara umum dan Satuan Karya Pramuka (Saka) Kencana secara khusus. Wadah tersebut untuk menggerakkan para pemuda dan remaja sebagai pelopor dan teladan dalam membangun kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Saat ini, telah dilakukan revitalisasi Saka Kencana sehingga PIK R/M akan digalakkan kembali. Kegiatan dalamSaka Kencana perlu diperluas sebagai pertahanan dan perlindungan bagi pemuda dan remaja, agar terhindar dari bahaya TRIAD KKR yang menyasar ke hampir seluruh lapisan masyarakat.  “Peran PIK R/M yang tergabung dalam Saka Kencana terus ditingkatkan sebagai sumber informasidan pengembangan model program dan komunikasi penanggulangan masalah-masalah remaja dan mahasiswa secara umum,” harap Gus Ipul yang juga Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim.

Menurut data, jumlah remaja  usia 10-24 tahun di Indonesia sekitar 30% dari 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia (Sensus Penduduk, 2010). Namun, sangat miris melihat fakta bahwa sekitar 40% remaja secara terbuka mempunyai teman yang mereka tahu pernah melakukan hubungan seksual,  dan sekitar 66% remaja hamil sebelum menikah (SKKRI, 20012-2003).

Sejak 2010 – 2013 tercatat ada peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang menjadi tersangka kasus narkoba. Pada tahun 2010 tercatat ada 531 tersangka narkotika, jumlah itu meningkat menjadi 605 pada 2011. Setahun kemudian, terdapat 695 tersangka narkotika, dan tercatat 1.1121 tersangka pada 2013. Belum lagi permasalahan AIDS di kalangan remaja. Hingga Desember 2010, kasus AIDS di Indonesia mencapai 24.131 kasus dan sekitar 45,48% berasal dari kelompok remaja.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN ProvinsiJatim, Ir. Dwi Listyawardani mengatakan, Program Genre adalah program BKKBN yang bertujuan untuk melaksanakan pendewasaan usia perkawinan dalam rangka pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas remaja (menghindarkan remaja dari TRIAD KRR).

Kegiatan Temu Bakti Genre dilaksanakan mulai 18-20 Nopember 2014, Tujuannya untuk memperluas akses remaja dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan terbaru program GenRe. Selain itu membangkitkan kembali aktivitas PIK R/M di semua basis khususnya pramuka baik melalui Saka Kencana dan Kwarcab. “Kami akan memberikan penghargaan pada pengelola PIK R/M yang sukarela aktif di berbagai basis,” imbuhnya

Kegiatan diikuti 532 peserta dari semua basis dan Saka Kencana seluruh Kabupaten/Kota di Jatim. (eri)

Leave a Reply


*