27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Buruh Unjuk Rasa Depan Balai Kota Surabaya

Buruh Unjuk Rasa Depan Balai Kota SurabayaSurabaya, KabarGress.Com – Meskipun penetapan harga BBM resmi dinaikan pada pukul 12 malam tadi oleh pemerintahan Jokowi-JK, namun gelombang penolakan kenaikan BBM masih berlanjut. Puluhan buruh dari FPSMI, KSPI, serta dari beberapa organisasi buruh yang lain. Berunjuk rasa di depan gedung Balai Kota Surabaya.

Selain memprotes kenaikan harga BBM sebesar Rp2.000, para buruh juga menuntut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini segera menentukan Upah Minimum Kota (UMK) untuk wilayah Surabaya. Mereka berharap UMK di Surabaya harus bisa lebih besar dari kota yang lain. Karena Surabaya adalah patokan dari kota lain.

“Kami ingin Bu. Risma segera menetapkan UMK di Surabaya. Tolong bu. Risma lebih memperhatikan nasib kami sebagai rakyat kecil. Karena kepada siapa lagi kalau bukan bu. Risma yang menentukan nasib kami di Surabaya,” teriak, salah satu perwakilan buruh, Arianto.

Dirinya meminta penetapan umk Kota Surabaya sebesar Rp2.840.000, dan batalkan kenaikkan harga BBM, hentikan kriminalisasi aktivis buruh dan rakyat, selesaikan kasus kasus perburuhan si Jawa Timur dan mengecam tindakan kekerasan oleh aparat yang terjadi di Makassar.

“Kami berharap ibu walikota benar-benar memperjuangkan nasib kami sampai titik darah penghabisan. kami akan terus mengawal ibu walikota menaikan UMK sesuai harapan kita. Agar kehidupan para buruh tidak semakin sengsara,” ujarnya.

Arianto menambahkan, jika harga BBM dinaikan, secara otomatis kebutuhan harga pokok juga ikut naik. Maka dari itu, dirinya berharap Walikota Surabaya mampu menaikan UMK sesuai harapan dari para buruh.” Jika BBM naik UMK harus ikut naik, sesuai keinginan semua buruh,” tambahnya. (tur)