25/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Raih Tokoh Standarisasi Nasional 2014

Gubernur Jatim Pakde Karwo foto bersama dengan Menristek RI, Kepala BSN dan para tokoh yang mendapatkan Penghargaan dari BSNJakarta, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo meraih Penghargaan dari BAdan Standarisasi Nasional (BSN) sebagai Tokoh Standararisasi Nasional Tahun 2014. Pakde Karwo, sapaan akrabnya meraih penghargaan tersebut karena dianggap memiliki komitmen atas mendorong sentra industry di Jatim.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Riset dan Teknologi RI, Prof. Dr. Muh, Natsir pada acara Bulan Mutu Nasional “Indonesia Quality Expo 2014” dengan tema Dengan SNI Berjaya di Era PAsar Bebas ASEAN di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (12/11).

Selain Soekarwo, ada tiga pemenang lainnya yakni Gubernur Prov. Sulawesi Selatan, Syahrul Irsyad Yasin, Bupati Kab. Gunung Kidul Badrinah S,Sos dan Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman.

Pakde Karwo menjadi Keynote Speaker pada acara seminar standarisasi nasional th 2014 dalam menghadapi MEA di JCC (2)Kepala BSN, Prof. DR. Ir. Bambang Prasetya mengatakan penghargaan tersebut mendorong agar setiap stakeholder memberikan perhatian khusus dalam meningkatkan mutu di daerahnya. Sehingga setiap daerah akan mempersiapkan sejak awal bagaimana agar bisa bersaing pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Ini merupakan komitmen bersama agar produk Indonesia memiliki kualitas tinggi, berdaya saing, aman bagi konsumen maupun lingkungan. Dan para tokoh tersebut, telah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas produksi di daerah masing-masing dan akan menjadi role model atau penyemangat bagi daerah-daerah lain,” ujarnya.

Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun depan, pelaku industri wajib memahami standar yang diterapkan setiap negara. Pasalnya, setiap negara memiliki standar produk yang berbeda dengan kebutuhan pasar lokal. ”Tentu saja, kesiapan daerah di sini dalam konteks bagaimana industri maupun organisasi akan memanfaatkan peluang MEA 2015 dengan mengoptimalkan produk unggulan daerah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jawa Timur misalnya, komoditas ekspor kelautan Provinsi Jatim siap untuk bersaing di pasar Eropa karena telah ber-SNI,” bebernya.

Foto Utama 1 - Pakde Karwo terima penghargaan Toko Standarisasi Nasional dari BSN yang diserahkan scr lgsg oleh Menristek RI di Jakarta Convention Centre (2)Semua hasil laut Jatim yang akan diekspor selalu dimasukkan dalam laboratorium milik Dinas Kelautan dan Perikanan untuk dilakukan pengecekan. Dengan begitu, Jawa Timur siap dalam menghadapi kewajiban sertifikasi dari Uni Eropa.

Sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produk dalam negeri ber-SNI, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bakal menggelar Indonesia Quality Expo 2014 pada 12-14 November 2014. Pameran juga mendapat dukungan dari sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal melibatkan 600 lebih stakeholder yang sudah melabelkan produk mereka dengan SNI.”Ini adalah cara kami untuk mengedukasi para pelaku bisnis, pelaku industri untuk paham kebutuhan pasar internasional,” katanya.

Dia memastikan, banyak produk yang dihasilkan pelaku industri besar, kecil, dan menengah yang berkualitas. Hanya saja, masih banyak diantara mereka yang belum muncul ke permukaan karena gagal bersaing dalam hal standar produk. Pelaksanaan IQE 2014 kali ini bertepatan dengan momentum persiapan Indonesia dalam menyambut pemberlakuan MEA.

Dengan begitu, IQE 2014 sekaligus juga ajang pembuktian untuk menunjukkan komitmen bersama dalam menghasilkan produk Indonesia yang berkualitas, berdaya saing tinggi, dan aman bagi konsumen maupun lingkungan. (eri)