03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Maknai Kepahlawanan dengan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat

Maknai Kepahlawanan dengan Pembangunan Kesejahteraan MasyarakatSurabaya, KabarGress.com – ​Makna kepahlawanan saat ini sangat substantif yakni untuk membangun kesejahteraan masyarakat yang adil. Modal dan pengalaman tahun lalu, tahun sebelumnya, dan hari pahlawan merupakan perjalanan panjang untuk membangun kesejahteraan masyarakat hari ini dan ke depan.

“Kepahlawanan baru dalam keseharian yang dituangkan dalam pahlawanku idolaku, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil,” ujar Gubernur Jawa Timur saat diwawancara wartawan sesuaiUpacara Peringatan Hari Pahlawan Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 di Halaman dalam Tugu Pahlawan Surabaya, Senin (10/11) pagi.

Sebelumnya, saat membacakan Sambutan Menteri Sosial RI, ia mengatakan, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk memersatukan bangsa ini telah melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa.

Lebih lanjut disampaikannya, sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Generasi muda kini harus memiliki sikap kepahlawanan untuk melakukan pembangunan kesejahteraan masyarakat yang adil.

“Kita harus memaknai sikap kepahlawanan bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia masa kini dan mendatang,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Pakde Karwo memuji tema Peringatan Hari Pahlawan 2014 “Pahlawanku Idolaku.” Taglinenya dalam tema ini pendek tetapi maknanya bagus, substantive, dan mudah diingat. Pahlawanku Idolaku jadi working ideologybangun kesejahteraan masyarakat.

Tema tersebut dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai panutan maupun figur idola pencarian jati diri. Sehingga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk memiliki semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan dalam membangun NKRI.

Sebanyak sekitar seribu peserta mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2014. Adapun peserta yang mengikuti upacara terdiri dari 1 unit Korsik Satpol PP Prov. Jatim, 1 kompi Wanita TNI dan Polwan, 1 kompi Taruna AAL, 1 kompi TNI AD, 1 kompi TNI AL, 1 kompi TNI AU, 1 kompi Polri, 1 kompi Korpri, 1 kompi Satpol PP Kota Surabaya, 1 pleton Linmas / Bakesbang Kota Surabaya, 1 pleton Resimen Mahasiswa, 1 pleton Mahasiswa, 2 kompi Pelajar SMU, 1 kompi Pramuka, dan 1 kompi Karang Taruna / Tagana.

Ketua TP PKK Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi, Wagub Jatim Gus Ipul beserta Isteri Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM, beserta Isteri Ny.Hj.Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos, serta ratusan purnawirawan dan para janda pahlawan juga turun hadir.

Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Saat upacara berlangsung, dilakukan mengheningkan cipta selama 60 menit yang dipimpin langsung Pakde Karwo. Mengheningkan cipta ditandai dengan bunyi sirine dan klakson mobil pemadam kebakaran untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur saat perang melawan penjajah.

Selain itu, juga dibacakan beberapa pesan para pahlawan diantaranya pesan Bung Tomo saat perang 10 November, pesan Muhammad Yamin saat kongres pemuda di Yogyakarta pada 27 Oktober 1928. Pakde Karwo juga memberikan tali asih kepada 208 perintis dan janda perintis kemerdekaan. (eri)