05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

Pemprov Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi SyariahSurabaya, KabarGress.com – Pemprov Jatim mendukung pengembangan ekonomi syariah. Salah satu contohnya bukti dukungan yakniJatim memiliki institusi yang mendukung penerapan ekonomi syariah, terdapat 6 ribu Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di seluruh wilayah jatim. Selain itu, semua kyai ikut mendukung dan menyetujui skema pembiayaan syariah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo seusai Pembukaan Indonesia SyariahEconomi Festival (ISEF) 2014 di Lapangan Makodam V Brawijaya, Rabu (5/11) malam.

Ia mengatakan, Jatim mendapatkan kepercayaan dari Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pilot project atau proyek percontohan bagi penerapan ekonomi syariah.  Proyek ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan Pakde Karwo, BI dan OJK juga telah bekerjasama di bidang ekonomi dengan 17 ponpes di Jatim. Ponpes tersebut ditetapkan sebagai proyek percontohan penerapan ekonomi syariah di Indonesia. Kerjasama yang dilakukan dengan ponpes ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi syariah.

“Kami yakin ke-17 ponpes siap menjadi proyek percontohan pengembangan ekonomi syariah, karena memang sesuai dengan ajaran diniyah dan salafiyah,” ujar Pakde Karwo.

Pakde Karwo juga memuji program syariah yang ditawarkan oleh perbankan, khususnya yang diberikan kepada kelompok kecil atau deliberalisasi terhadap kelompok. Untuk itu, penerapan ekonomi syariah harus mempunyai prinsip barokah, mudah dan murah. Hal ini memerlukan restrukturisasi skema pembiayaan, agar kelompok kecil bisa tertolong oleh pembiayaan syariah.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, festival artinya bergembira bersama-sama untuk kegiatan yang memberikan kemajuan pada masyarakat. “Kita semua bergembira karena semua mempunyai kemampuan untuk memajukan semua. Modal terpenting adalah kedamaian,” kata JK sapaan akrab Wapres RI.

Menurutnya, Indonesia selama ini cukup bergembira karena punya kekayaan yang sangat besar. Namun kemajuan tak cukup hal tersebut, dibutuhkan kerja keras, kemajuan, dan keilkhasan semua. “Kita berzikir untuk memajukan bangsa ini. Kita melakukan dakwah bil hal dan billisan,” ujarnya.

Wapres RI yakin, bank yang sesuai ajaran agama, sesuai aturan, tentunya akan membantu masyarakat yang setia mengikuti perbankan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan bank sentral dan otoritas moneter negara OKI. Posisi ini menjadi strategis karena OKI merupakan organisasi terbesar kedua setelah PBB. Organisasi ini punya peran strayegis dalam mewakili aspirasi umat islam di dunia internasional.

“Dalam pertemuan ini akan dibahas sejumlah isu penting keuangan syariah, zakat. Financial inclusion,” katanya.

Agus menjelaskan, kegiatan ISEF bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan masyarakat pada produk syariah. Meningkatkan peran pesantren dalam mendorong ekonomi syariah. “Ekonomi syariah akan jadi pilar terpenting dalam ekonomi nasional,” katanya.

Pembukaan Indonesia Syariah Ekonomi Festival(ISEF) 2014 secara resmi dilakukan Wapres RI dan Gubernur BI yang didampingi Gubernur Jatim Pakde Karwo dan Ulama Besar Indonesia KH. Hasyim Muzadi.

Peresmian ini sekaligus menjadi puncak pertemuan antara 57 Gubernur Bank Sentral Negara OKI 2014.ISEF 2014 dibuka dengan acara Bersatu dalam Lantunan Shalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Sebelum dilakukannya peresmian, dilakukantausiah ulama besar Indonesia oleh KH. Hasyim Muzadi. (eri)