22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Jatim Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional

Gus Ipul Bersama Pangdam V Brawijaya dan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Mendampingi Kepala BKKBN Pusat Meresmikan SeminarSurabaya, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf mengatakan, untuk menekan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang semakin tinggi, Pemprov Jatim melakukan langkah dukungan dengan meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan atau ibu. “Dengan meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan terutama bagi ibu rumah tangga dapat memberikan dampak besar bagi keluarga,” ujarnya saat menghadiri seminar nasional jawa timur berbagi dalam pengelolaan program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga di Empire Palace Jl. Blauran 57-75 Surabaya Rabu (5/11).

“Intinya, penguatan dari setiap masalah keluarga adalah peningkatan kesejahteraan dan kesehatan perempuan. Ini bisa diasumsikan, jika kaum perempuan cerdas dan sehat maka keluarganya menjadi hebat dan ikut sejahtera,” tambahnya

Ia menuturkan, selama lima tahun terakhir prioritas pembangunan di Jatim difokuskan pada peningkatan kesejahteraan, memberdayakan dan memperkuat peran perempuan di bidang ekonomi.

Bentuk dukungan secara konkrit melalui pemberdayaan peran perempuan di bidang ekonomi yang dilakukan hingga pelosok desa melalui pemberian dana stimulan dalam bentuk koperasi wanita.

Gus Ipul sapaan akrabnya, menjelaskan faktor yang dapat mengendalikan LPP yakni mengintervensi angka kelahiran, angka kematian dan peningkatan usia harapan hidup rata-rata. Cara lain melalui optimalisasi dan revitalisasi pelaksanaan program KB di Jatim.

Upaya yang dilakukan Pemprov Jatim itu mendapatkan penghargaan MDG’s Award. Untuk mempertahankannya, Jatim berupaya meningkatkan usia perkawinan pertama perempuan diatas usia 21 tahun. “Peningkatan usia perkawinan pertama perempuan berdampak pada tingkat fertilitas perempuan. Karena masa potensial reproduktifnya menurun, sehingga kemungkinan jumlah anak yang dilahirkan juga akan berkurang,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya lain untuk menekan LPP dengan menurunkan angka pasangan usia subur. Pasangan ini adalah pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak tapi belum mendapatkan pelayanan kontrasepsi. Cara terakhir yakni meningkatkan kepesertaan KB dengan menggunakan kontrasepsi modern jangka panjang. “Kami berharap, meningkatkan kepesertaan KB bekerjasama dengan semua pihak yang dikomandani oleh BKKBN Jatim,” imbuhnya.

Kepala BKKBN Pusat, Prof. Fasli Jalal mengatakan, dipilihnya Jatim menyelenggarakan seminar nasional karena provinsi paling timur pulau jawa ini memiliki kepedulian terhadap kaum perempuan, mengurangi LPP sekaligus mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI). “BKKBN Pusat bangga terhadap prestasi Jatim yang terus bersinergi dengan semua pihak, baik dari kader Posyandu, PKK hingga pelosok daerah guna mengurangi ledakan penduduk di Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, Jatim telah berhasil memberikan kontribusi pencapaian nasional laju pertumbuhan penduduk. Akan tetapi, capaian ini tidak berhasil dilakukan secara nasional. Bahkan hasil sensus penduduk memproyeksikan di tahun 2000 selama 10 tahun ke depan penduduk Indonesia sebesar 233 juta jiwa. Ternyata pada tahun 2010 jumlah tersebut meleset dan mengalami peningkatan sekita 4 juta jiwa. Hasil sensus terbaru pada tahun 2010 menetapkan jumlah penduduk sebesar 237,6 juta jiwa. Ini artinya setiap tahun, terdapat 4,5 juta bayi-bayi Indonesia harus berkualitas dan cukup gizinya.

Kepala BKKBN Perwakilan Jatim Ir. Dwi Lisyawardani M.Sc, Dip. Com d mengatakan, tujuan dari seminar untuk meningkatkan komitmen bersama dan mencari dukungan semua pihak mensukseskan program KB, Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. (eri)