03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dishub Kembali Anggarkan Dana Rp2,6 Miliar untuk Jalur Sepeda

Dishub Kembali Anggarkan Dana Rp2,6 Miliar untuk Jalur SepedaSurabaya, KabarGress.Com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, kembali mengalokasikan anggaran untuk jalur khusus sepeda dalam sebesar Rp2,6 Miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2015

Dialokasinya anggaran miliaran rupiah untuk program jalur khusus sepeda sebenarnya patut dipertanyakan. Apalagi, dalam draff RAPBD 2015 anggaran sebesar itu hanya diperuntukan untuk pengecetan jalur sepeda.

“Jalur sepeda yang ada sekarang tidak ada bedanya dengan jalur umum, lalu buat apa Dishub kembali menganggarkan lagi,” ujar, anggota Komisi C DPRD Vincensius, saat melakukan agenda hearing, Rabu (5/112014).

Menurut Vincensius, berkaca pada jalur sepeda di luar negeri, jalur khusus sepeda yang ada di Surabaya sangat tidak layak. Sebab letaknya bersebelahan langsung dengan lajur kendaraan umum seperti angkutan umum dan kendaraan pribadi.

“Tidak hanya jalur sepedanya yang tidak layak, tapi itu juga membahayakan para pengguna sepeda. Di liar negeri jalur sebeda itu berada di jalur pedestrian,” kritik Awey, sapannya.

Anggota Komisi C DPRD lainnya, Sudirjo meminta agar proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu segera dihentikan. Sudirjo menyatakan, selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya hanya dikenal handal dalam membuat Detail Enginering Desaign (DED).

“Saya harap Dishub tidak hanya pandai dalam membuat DED, sebab jika hanya membuat DED kemudian tidak beres proyeknya lalu buat apa?,” kecam Sudirjo.

Menurut Sudirjo, sebelum membuat DED seyogyanya dinas perhubungan berfikir secara matang nilai kemanfaatan dari proyek yang akan direncanakan bagi masyarakat secara luas. Sebab jikan hanya menguntungkan sebagian kelompok saja, lebih baik alokasi anggaran yang telah disediakan dialihkan pada kebutuhan yang lain.

“Contoh jalur sepeda, jika kita lihat dengan seksama  jalur sepeda yang telah dibuat tidak berfungsi sebagaimana rencana awal dan terkesan membuang buang anggaran,” ungkap politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN ) ini.

Menanggapi kritikan dari sejumlah anggota dewan, Kepala Dishub Surabaya, Eddi menyatakan jika pembuatan jalur khusus sepeda merupakan amanat dari undang-undang. Sehingga program tersebut harus tetap dijalankan.

“Di Surabaya karateristik warganya memang seperti itu, jadi tidak bisa disamakan dengan di luar negeri. Yang penting kita sudah menyediakan fasilitasnya,” tegas Eddi.

Sementara terkait keselamatan pengguna jalur khusus sepeda, Dishub menjamin selama ini tidak pernah ditemui pengguna sepeda mengalami kecelakaan dengan pengguna jalur kendaraan umum.“Selama ini kan tidak ada masalah, jadi aman aman saja,” pungkas Eddi. (tur)