03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pentingnya Program Budaya Baca dalam Pelatihan USAID PRIORTAS

suasana membaca senyap, seluruh peserta membaca 1 buku kemudian merangkumnyaSurabaya, KabarGress.Com – Program Budaya Baca menjadi salah satu materi pelatihan yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS. Mengapa Program Budaya Baca dianggap penting? Ketrampilan membaca sangat penting untuk kesuksesan pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang membacanya baik atau hobi membaca, biasanya akan mencapai hasil yang baik dalam mata pelajaran. Pengetahuan dan kemampuannya juga akan lebih luas dan terbuka dibandingkan dengan siswa lain yang kurang gemar membaca.

Itulah sebabnya Kurikulum 2013 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai penghela semua mata pelajaran, dan membaca sebagai salah satu unsur penting di dalamnya. ekolah dapat membantu anak-anak untuk belajar menyukai buku dengan menerapkan “Program Membaca” dan menciptakan “Budaya Baca.”

Selama ini fungsi perpustakaan di Sekolah sebagai sarana informatif, edukatif, riset dan kreatif kurang dimanfaatkan secara optimal. Untuk mendukung program pemerintah tentang peningkatan budaya baca, USAID PRIORITAS dalam pelatihan Manajemen Sekolah memasukkan materi “Program Budaya Baca” sebagai salah satu materi pelatihan.

Silvana Erlina selaku Koordinator USAID PRIORITAS Jatim mengungkapkan, ada banyak hal menarik yang dilatihkan dalam pelatihan ini. Salah satunya adalah bagaimana sekolah menciptakan Program Membaca di lingkungan sekolahnya.

Salah satu mitra USAID PRIORITAS Jatim, SDN Konang 2 Galis Pamekasan telah menerapkan budaya baca di sekolah dan hasilnya, minat siswa dalam membaca buku meningkat.

Setiap mengawali pelajaran setiap hari, siswa di seluruh kelas diwajibkan membaca buku selama 5-10 menit. Menurut Sariati, S. Pd selaku Kepala SDN Konang 2, beliau awalnya pesimis kegiatan ini bisa diterapkan di sekolahnya. Program yang dimulai baru Oktober lalu ini juga mewajibkan siswa berkunjung ke perpustakaan. “Kami bersama para guru membuat jam berkunjung ke perpustakaan bergiliran setiap kelas Setelah membaca buku, siswa kemudian wajib membuat rangkuman dari buku yang dibacanya. Ternyata dengan cara ini, minat siswa membaca buku meningkat,” ungkapnya.

Bahkan saat istirahat dan pulang sekolah, para siswa lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan. Hal ini tentu saja di respon positif oleh orangtua. Mereka senang anak-anak mereka menjadi gemar membaca.

USAID PRIORITAS Hibahkan Buku Bacaan Pada Seluruh Sekolah Mitra

Dalam rangka mendukung Program Membaca, USAID PRIORITAS juga telah memberikan hibah masing-masing 145 buku bacaan kepada 82 SD/MI dan 40 SMP/MTs sekolah mitra dari 5 kabupaten Kohor 1 (Kab. Blitar, Kab. Madiun, Kab. Mojokerto, Kab. Situbondo dan Kab. Pamekasan). Sehingga total buku yang disumbangkan sebesar 17.690 buku bacaan.

Dalam waktu dekat, USAID PRIORITAS juga akan memberikan hibah buku yang sama kepada sekolah mitra Kohor 2 (Kab. Lumajang dan Kab. Ngawi).

Menurut Dyah Haryati Puspitasari selaku Whole Schole Development USAID PRIORITAS Jatim, dengan memberikan hibah buku bacaan di setiap sekolah diharapkan sekolah mitra dapat menjadi pelopor Program Budaya Baca di kabupaten masing-masing dan meningkatkan minat, guru, siswa, dan orangtua untuk gemar membaca. (ro)