Komisi C Soroti Besarnya Anggaran RAPBD DKP

VinsensiusSurabaya, KabarGress.Com – Kritikan tajam disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius, kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya terkait pengelolaan sampah di wilayah Benowo yang bekerjasama dengan invesor, yakni PT. Sumber Organik (SO).

Vinsensius mempertanyakan jumlah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang dikira terlalu besar untuk 2015 sebesar Rp64 miliar. Dimana setiap bulannya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus membayar pengelolaan sampah tersebut sekitar Rp5 miliar kepada investor.

“Pemkot kan sudah bekerjasama dengan PT. SO selama 20 tahun untuk mengelola sampah itu menjadi gas. Tapi kenapa kok tidak investor yang investasi ke pemkot, justru malah pemerintah kota yang harus membayar Rp5 miliar setiap bulanya,” katanya, saat melakukan hearing di komisi C, Selasa (4/11/2014).

Awey sapaan akrab Vinsensius menambahkan, sebenarnya kerjasama yang dilakukan pemkot dengan PT. Sumber Organik menurutnya bagus. Namun pembayaran untuk pengelolaan sampah tidak harus sebesar itu. Sebab, jika pembayaran dilakukan rata-rata sebesar Rp5 miliar, hal itu membuat anggaran APBD tahun 2015 mau tidak mau menjadi meningkat.

“Sebenarnya suatu bentuk kerjasama ini bagus tapi saya tegaskan sekali lagi, kalau bisa kenapa tidak PT. Sumber Orgnik saja yang melakukan inves ke pemerintah kota Surabaya saja. Itu kan nantinya bisa lebih menguntungkan pemerintah untuk pemasukan kas daerah,” kritik politisi asal Fraksi Nasdem tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya, Chalid Bukhori, mengungkapkan besarnya anggaran RAPBD untuk tahun 2015 tersebut memang berdasarkan meningkatnya sampah pada 2014 yang per harinya mencapai 1.400 kubik. Sehingga, hal ini memicu besarnya jumlah anggaran.

“Memang anggaran segitu untuk biaya operasional sehari-hari sebagai pengelolaan sampah. Dan untuk membayar kepada investor PT. Sumber Organik tersebut. Karena kan kami memang bekerjasama dengan PT. SO itu. Dan juga meningkatnya sampah khususnya di Surabaya yang sangat signifikan,” jawabnya. (adv/tur)

Teks foto: Vinsensius.

Leave a Reply


*