03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pembangunan Trem Masih Hambar

Surabaya, KabarGress.Com – Proyek angkutan massal cepat (AMC) yang jauh-jauh hari sudah digembar-gemborkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bakal berjalan mulus rupanya tidak sesuai kenyataan. Pasalnya, sejauh ini belum ada sumber dana yang jelas dari proyek yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp2,2 triliun tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Saifuddin Zuhri mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk menanyakan progres dari proyek yang kabarnya menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu.

Dari hasil pertemuan dengan Kemenhub diketahui bahwa, pemerintah pusat di APBN 2015 belum mengalokasikan dana untuk proyek trem. Hal ini dikarenakan proyek trem yang rencananya akan menggunakan jalur trem yang lama tidak diajukan untuk dianggarkan.

“Jadi selama ini proyek trem itu tidak ada dan hanya wacana saja. Setelah dari Kemenhub, kami rencananya akan ke PT KAI untuk lebih memperjelas lagi seperti apa proyek trem ini,” katanya.

Dia menegaskan, proyek trem itu hanya muncul dipermurkaan saja dan hanya diopinikan oleh Pemkot Surabaya. Beberapa waktu yang lalu, Risma, panggilan Tri Rismaharini mengaku sudah mendapatkan anggaran sebesar Rp125 miliar dari PT KAI untuk pendanaan proyek trem.

Tapi kenyataannya, dana itu tidak sampai cair lantaran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menarik kembali dana itu. Sebenarnya, kata dia, ketika PT KAI mengaktifkan jalur trem yang lama, pemerintah pusat siap mendanai. Itu karena jalur itu bagian dari aset pemerintah.

Sayangnya, ketika PT KAI berencana mengaktifkan jalur yang lama itu, dananya tidak diajukan ke APBN. “Kalau pemkot akan menggunakan jalur lain untuk trem, itu harus melalui izin presiden,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius meminta agar Pemkot Surabaya tidak gegabah dalam merencanakan proyek trem. Pasalnya, proyek ini harus dipelajari dan dikaji secara mendalam. Menurut dia, jalur trem yang dulu itu dibangun karena situasi dan kondisi saat itu. Tentunya, ini berbeda dengan situasi lalu lintas yang sekarang.

“Selama ini kami kan menilai bahwa, trem ini hanya dalam kota Surabaya. Yakni dari sisi selatan ke sisi utara Surabaya saja. Tapi, jalur ini seharusnya tersambung dengan kota-kota yang ada disekitar Surabaya. Jadi tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kota Surabaya memilih bungkam saat diminta konfirmasi terkait kejelasan proyek trem. Orang nomor satu di Surabaya buru-buru menghindari wartawan dengan mempercepat langkahnya menuju lift.

“Trem-trem maneh. Kok trem terus ae rek,” ujar Risma sembari bergegas meninggalkan wartawan. Anehnya, ketika ditanya soal persoalan lain yang tidak berkaitan dengan proyek trem, Risma dengan sabar dan gamblang memberi penjelasan. (tur)