03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

BI dan IDB Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Presiden Islamic Development Bank, Dr. Ahmad Mohamed Ali Al MadaniSurabaya, KabarGress.Com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo dan Presiden Islamic Development Bank (IDB), Dr. Ahmad Mohamed Ali Al Madani, menandatangani Nota Kesepahaman tentang Working Group Zakat dan Capacity Building, Senin (3/11/2014), di sela-sela rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Surabaya.

Penandatanganan ini bertujuan memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama antara BI dan IDB dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selama ini, kata Agus D W Martowardojo, MoU antara Bank Indonesia dan IDB dilakukan secara parsial, salah satunya adalah MoU yang dilakukan antara Bank Indonesia dengan IRTI-IDB dalam rangka pelaksanaan seminar internasional mengenai Inclusive Islamic Financial Sector.

Dengan kerjasama BI dan IDB ini, Gubernur BI berharap bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat seperti research paper dan academic paper terkait kerangka pengaturan zakat. Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan bermanfaat dalam penyusunan core principles bagi manajemen zakat dan pengorganisasian expert exchange programs.

”Bank Indonesia sendiri memandang zakat memiliki peran yang sangat penting bagi financial safety net manakala negara mengalami tekanan krisis perekonomian. Zakat memiliki peran dalam menciptakan permintaan atas barang dan jasa sehingga dapat mendrong produksi nasional yang pada akhirnya akan mempengaruhi stabilitas harga,” terangnya.

Selain itu, zakat juga berperan dalam penciptaan saving dan investasi masyarakat sehingga mendorong intermediasi, akses keuangan yang lebih luas sehingga dapat tercipta sistem keuangan yang lebih stabil.

Kegiatan ISEF yang akan berlangsung sampai dengan 9 November 2014 diselenggarakan dengan memanfaatkan momentum pertemuan Gubernur Bank Sentral Negara anggota Organization Islamic Coopertaion (OIC) atau yang biasa disebut Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tujuannya, antara lain, untuk mengenalkan kepada tamu-tamu negara anggota OIC mengenai kegiatan-kegiatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang pada akhirnya diharapkan dapat membuka peluang kerjasama antara negara-negara anggota OIC dalam pengembangan kegiatan ekonomi dan keuangan berbasis syariah. (ro)

Teks foto: MoU antara Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo (kiri) dan Presiden Islamic Development Bank (IDB), Dr. Ahmad Mohamed Ali Al Madani (kanan), tentang Working Group Zakat dan Capacity Building, di Hotel JW Marriott Surabaya, Senin (3/11/2014).