Ummu Fatma Saifullah Bangga BKOW Jatim Berperan dalam Pembangunan

Ummu Fatma Saifullah Bangga BKOW Jatim Berperan dalam PembangunanSurabaya, KabarGress.com – Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov. Jatim, Dra. Hj. Gatma Saifullah Yusuf mengaku bangga akan peran BKOW Jatim selama ini turut serta dalam proses pembangunan, khususnya di Prov. Jatim. Hal tersebut disampaikannya saat Peringatan HUT BKOW ke 52 dan Sarasehan Masalah Penyalahgunaan Narkoba ,Keprihatinan Bangsa di Hotel Elmi, Surabaya, Jumat(31/10).

Ia menuturkan, sebagai salah satu organisasi yang merupakan wadahnya organisasi wanita berkumpul, BKOW dianggap mampu berperan serta dalam proses pembangunan Jatim. Diantaranya pembangunan di bidang pendidikan, kebudayaan, IPTEK, sosial, lingkungan, hukum dan hak asasi manusia (ham).

Di bidang pendidikan dan kebudayaan, BKOW Jatim turut serta dalam pengembangan permainan musik kulintang. Hal itu diwujudkan dari diselenggarakannya lomba kulintang dalam rangka peringatan Hari Kartini. Pada tahun 2014 merupakan tahun ketiga penyelenggaraannya. Hal ini memotivasi masyarakat untuk terus membudidayakan permainan musik kulintang.

“Yang lebih membanggakan, salah satu pemenang lomba kulintang tersebut juga memenangi lomba kulintang tingkat nasional. Tepatnya menjadi juara harapan tiga tingkat nasional,” tegasnya.

Di bidang lingkungan, BKOW Jatim ikut melakukan penanaman pohon untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Tahun lalu, dilakukan penanaman 600 bibit tanaman keras dan buah. Penanaman dilakukan bersama instansi terkait di depan Kantor Kementrian Agama Jatim dan beberapa diantaranya dibagikan kepada para anggota BKOW.

Sebagai bentuk kepedulian BKOW Jatim terhadap masyarakat, pada Hari Raya Idul Adha tahun 2014, juga mengorbankan hewan qurban yakni dua ekor sapid an tiga ekor kambing. “Daging hewan qurban tersebut dibagikan kepada 233 masyarakat duafa yang ada disekitar kantor BKOW Jatim, “ ucapnya.

BKOW juga turut memperhatikan beberapa hal yang mencakup mengenai hukum dan ham. Hal yang menjadi perhatian BKOW Jatim adalah dampak dari pernikahan siri yang selama ini sering dilakukan masyarakat. Oleh sebab itu, beberapa waktu yang lalu diselenggarakan seminar mengenai status anak dalam pernikahan siri. Hal ini menjadi penting, karena dampak yang dihasilkan dari pernikahan siri menyebabkan kerugian, khususnya oleh anak dari pernikah tersebut. “Seminar tersebut, bertujuan agar eksploitasi anak dan pemahaman mengenai pernikahan siri memiliki dampak cukup besar bagi anak yang terlahir dari hubungan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, BKOW Jatim juga mendirikan koperasi simpan pinjam. Sasaran utamanya adalah untuk menyejahterakan anggota BKOW. “Modal awalnya adalah Rp. 33 juta. Sampai dengan September 2014, modal usahanya mencapai Rp. 717 juta dengan anggota mencapai 218 orang,” tuturnya.

Peringatan HUT BKOW ke 52 dan Sarasehan Masalah Penyalahgunaan Narkoba ,Keprihatinan Bangsa diikuti sebanyak 200 peserta yang berasal dari GOW Kab/Ko, dan sesepuh BKOW. Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan bagi organisasi sosial diantaranya Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya, Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya, dan Himpunan Wanita Disabilitas. (eri)

Leave a Reply


*