03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Wagub Tekankan Peremajaan Kendaraan Niaga Tak Laik Jalan

Gus IpulSurabaya, KabarGress.con – Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat ini yang perlu ditangani atau dibenahi adalah bagaimana caranya meremajakan kendaraan komersial atau  niaga yang beroperasi di jalanan yang sudah  tidak laik jalan. “Hal tersebut sangat mengganggu, jalanan menjadi sering macet berjam-jam karena kendaraan mogok di jalan, bahkan sering menelan korban yang sedikit karena rem blong. Penyebab utamanya kendaraan tua tak laik jalan dantidak pernah melakukan uji kir,” ungkapnya saat membuka Pameran Otomotif Surabaya (POS) Tahun 2014, di Diamond Room Grandcity Surabaya, Selasa (29/10).

​Untuk mengatasinya Wagub yang biasa disapa Gus Ipul sangat mengharapkan adanya kerjasama antar pengusaha industri kendaraaan untuk pengadaan dan peremajaan kendaraan komersial utamanya jenis truk, sehingga tidak ada lagi korban-korban berjatuhan yang diakibatkankannya.

Dicontohkan, banyaknya kendaraan yang tidak mau uji kir mengakibatkan kejadian rem blong. Seperti kejadian kecelakaan yang terjadi di Gresik. Truk tersebut sudah lima betahun tidak melakukan uji kir.

Disamping itu, Gus Ipul juga meminta kepada Menteri Perindustrian dan Pergadagangan RI yang baru agarmelakukan evaluasi dan melakukan tindakan untuk mencegah masuknya atau import truk bekas, karena hal tersebut  menyalahi peraturan yang ada.

“Sedangkan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) siap memproduksi  mobil komersial termasuk jenis truk tanpa harus import, untuk mengganti kendaraan yang tak laik jalan” jelasnya.

Selain itu  Gus Ipul juga minta kepada Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Jalan untuk lebih tegas lagi menindak kendaraan yang tidak mau uji kir. “Sekarang untuk menyiasati menghindari jembatan timbang, truk-truk dengan sarat muatan mengambil jarak tempuh pendek,” ungkap Gus Ipul. Untuk itulah Dishub dan LLAJ diharapkan untuk melakukan tindakan yang dapat mencegah tindakan tersebut.

Gus Ipul memberikan apresiasi dengan diadakannya POS Tahun 2014, karena menurutnya seiring dengan tumbuhnya kelas menengah baru mengakibatkan industry otomotif semakin berkembang.”Kebutuhan akan kendaraan bermotor bagi kelas menengah merupakan urutan ketiga, setelah kebutuhan makan, dan pembelian handphone,” jelasnya.

Maka dari itu, pameran otomotif dirasakan sangat penting, karena merupakan panggung untuk memberikan gambaran produk otomotif, sehingga masyarakat bisa memilih dengan tepat.

Selain itu, pameran juga bisa sebagai sarana sosialisasi program-program pembangunan yang sedang diluncurkan pemerintah. Misalnya untuk otomotif, telah diluncurkan ATM Samsat (satu-satunya di Indonesia). Yang mempunyai tujuan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah dari penarikan pajak kendaraan.

“Selain itu, POS juga bisa dijadikan sebagai wadah sosialisasi agar masyarakat menaati ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan oleh pemilik kendaraan bermotor. Misal membayar pajak kendaraan tepat waktu,”lanjutnya.

Sementara itu ketua penyelenggara POS Bambang Setiawan, mengatakan bahwa Surabaya merupakan pasar otomotif nomor satu di wilayah Indonesia Timur. Untuk itulah setiap tahun pelaksaan POS di Surabaya selalu mengalami kenaikan, baik untuk peserta maupun luas lahan untuk ruang pamernya.

Untuk tahun 2014 ini, POS diadakan di Grandcity Surabaya menempati arena seluas 9.670 m2, 10 persen lebih luas dibanding tahun 2013. Diikuti oleh 15 APM (Asosiasi Pengusaha Mobil), dan 30 IKM pendukungkomponen mobil.

Untuk lebih menyemarakkan pameran, diadakan pula kegiatan lain seperti test drive, kegiatan sosial antara lain donor darah, kid safety riding. (eri)