Sikap Mangkir dan Terlambat Tetap Jadi Tradisi Anggota DPRD

Sikap Mangkir dan Terlambat Tetap Jadi Tradisi Anggota DPRDSurabaya, KabarGress.Com – Meski 60 persen anggota DPRD Surabaya adalah muka baru, namun prilaku mangkir dan terlambat saat menghadiri rapat ternyata masih saja dilakukan. Ironisnya, saat acara kunjungan kerja, tak satupun yang tertinggal.

Rapat paripurna tentang pandangan Wali Kota Surabaya terkait RAPBD 2015 bisa dianggap sebagai sidang perdana DPRD Surabaya pasca terbentuknya alat kelengkapan dewan. Tentu momen ini adalah merupakan implementasi kinerja dewan sekaligus menjadi awal bagi para wakil rakyat untuk bisa menjalankan tugas dan fungsinya.

Sayangnya, acara rapat paripurna ini ternyata juga tidak dihadiri seluruh anggota dewan yang berjumlah 50 orang. Saat sidang dibuka, anggota dewan yang telah hadir sejumlah 37 orang, namun setelah berjalan mulai ada beberapa anggota yang menyusul, hingga jumlah total yang hadir tercatat 40 orang. Artinya, masih ada 10 orang anggota dewan yang mangkir dari tugas kedewanan.

“Kuorum tadi… kayaknya td disebut 37 namun onok sing nyusul melbu mungkin 40 an lah,” jawab Reni saat ditanya media ini.

Ironisnya, kondisi ini dianggap biasa sehingga tidak berpengaruh terhadap jalannya sidang yang dihadiri sejumlah perwakilan Pemkot Surabaya. Sementara, kehadiran seorang anggota dewan di rapat paripurna adalah merupakan kewajiban pokoknya.
Salah satu anggota dewan baru yang meminta agar namanya tidak dimediakan mengaku prihatin dengan prilaku anggota dewan yang masih menganggap bahwa tugas dan fungsinya sebagai rakyat justru terkesan di nomer dua kan.

“Saya nggak abis pikir, kenapa mereka itu bisa dengan enjoy mangkir dari agenda kedewanan, jarang hadir di ruang fraksi, tapi kalau ada kegiatan kunjungan kerja tidak pernah absen,” ucap sumber.

Hasil pantauan media ini, selama hampir 2 bulan sebelum alat kelengkapan belum terbentuk, hampir seluruh ruang fraksi kosong, kalaupun hadir hanya beberapa jam lantas menghilang. Tapi anehnya saat ada acara kunjungan kerja, tiba-tiba absennya komplit.

Hari ini Rabu (29/10/14) situasi di gedung DPRD Surabaya kembali terlihat sepi karena hanya ada 2 komisi yang sedang melakukan rapat kerja, sementara 2 komisi lainnya dan sejumlah unsur pimpinan dewan dikabarkan sedang melakukan kunjungan kerja ke Bali dan Jakarta

Fakta ini disinyalir akan kembali menjadi budaya para wakil rakyat yang baru, karena sebelumnya salah satu anggota dewan mengatakan jika tidak akan ada kegiatan kunker saat pembahasan RAPBD 2015, tapi ternyata masih saja dilakukan. (tur)

Leave a Reply


*