01/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Pastikan Pembangunan Proyek Trem Berjalan Lancar

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan, proyek angkutan massal cepat (AMC) berupa trem dan monorel bakal berjalan mulus. Ini menyusul terpilihnya Direktur PT Kereta Api Indoenesia (KAI), Ignasius Jonan menduduki jabatan Menteri Perhubungan.

Sebelumnya, pada 11 September lalu, Ignasius Jonan pernah menggelar pertemuan tertutup dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, PT KAI siap mendanai 100% pembangunan trem.

Nilai investasi pembangunan proyek ini mencapai Rp400 miliar. Pihak PT.KAI bersedia membangun moda transportasi trem dengan jalur rel sepanjang 17 kilometer (km). Pemkot Surabaya berkewajiban menyiapkan lahan.

“Ya pasti jadi (proyek trem) lha wong itu kan kemarin Pak Jonan nyampaikan, sudah aku mau bantu surabaya. Karena komitmennya (Jonan) pada daerah seperti itu,”  ujarnya usai menghadiri acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Selasa (28/10/2014).

Risma, panggilan Tri Rismaharini terlihat sangat gembira ketika mengetahui Ignasius Jonan menjabat Menteri Perhubungan. Saat diwawancarai awak media, tak henti-hentinya dia melempar senyum. Bahkan sesekali mengeluarkan tawa khasnya. Menurut dia, kebutuhan akan moda transportasi publik berupa trem sudah sangat mendesak.

Jika ditangani PT KAI, pembiayaan bisa lebih murah lantaran menggunakan beberapa fasilitas dan sarana milik perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan perkeretaapian itu. Pembagian tanggung jawab antara pemkot dan PT KAI dinilai sebagai suatu langkah yang saling menguntungkan. “Ya sudah dia (Jonan) bilang,  wis bu Risma bangun saja (proyek trem), akan kami bantu,” katanya.

Dari perhitungan PT KAI, proyek trem akan membutuhkan biaya Rp400 miliar. Namun, perhitungan Pemkot Surabaya berkisar Rp600-800 miliar. Pembangunan fisik berupa pengadaan jalur trem, memerlukan waktu lebih kurang satu setengah tahun. Gerbong trem akan didatangkan dari luar negeri. Untuk bahan bakar, sudah disepakati bahwa trem akan menggunakan teknologi batere.

Dengan teknologi tersebut, trem dapat melaju rata-rata 30 km/jam. Pemkot sendiri bersama PT KAI sudah mengecek jalur yang akan dijadikan rute trem. Saat ini, yang disurvei adalah jalur trem milik KAI yang tidak difungsikan sejak lama. Jalur yang sudah disurvei adalah jalur rel utara–selatan. “Jadi PT KAI akan mengaktifkan lagi jalur trem yang sudah ada,” ujarnya.

Senada dengan Risma, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan menilai, semangat Jonan untuk membangun dan mengembangkan transportasi massal sangat besar. Saat ini Pemkot Surabaya bergantung penuh pada Jonan untuk mendukung dan merealisasikan proyek angkutan massal di Surabaya.

Dengan terpilihnya Jonan menjadi Menteri Perhubungan, maka komunikasi pemkot dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan dimulai dari awal. Pasalnya, masing-masing pihak sudah mengetahui sejauh mana proses kerjasama yang sudah dibangun selama ini. “Alhamdulillah yang jadi menteri Pak Jonan. Harapannya, proyek angkutan massal ini bisa dikerjakan lebih cepat dan lebih mudah,” katanya. (tur)