22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Hadapi MEA, Perlu Ada Standarisasi SMK

Gubernur Soekarwo bersama istri dan Wagub Saifullah Yusuf di acara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2014 yang diselenggarakan di GSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo atau yang lekat disapa Pakde Karwo meminta agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu ada standarisasi. Ini penting karena dalam menghadapi Masyarakat EkonomI Asean (MEA) 2015, yang dibutuhkan adalah keunggulan di bidang ketrampilan atau skill.

“Langkah jangka pendek yang akan kami lakukan dalam menghadapi MEA adalah membuat standarisasi semua SMK, serta memberikan sertifikasi jika kelasnya sudah memenuhi standart nasional dan internasional (world class),” ungkapnya usai memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Grahadi, Surabaya, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, dengan memberikan standarisasi pada SMK maka semua generasi muda bisa mempunyai ketrampilan yang memadai. Selain itu juga untuk menambah daya saing. Ada sekitar 400 SMK mini yang akan distandarisasi, dengan begitu tercipta inkubator terhadap pelatihan-pelatihan. “Jika ada kekurangan alat untuk memenuhi standarisasi yang diperlukan, Pemprov siap membantu,” ujarnya.

Menurutnya, semua peningkatan kesejahteraan dimulai dari hal mendasar yaitu pendidikan. Pendidikan adalah human investment yang sangat dibutuhkan, karena mampu memotong mata rantai kemiskinan, kebodohan , dan kemunduran. Ia berpesan, semua generasi muda harus belajar dengan serius, karena merekalah yang akan berperan dalam MEA 2015. Dicontohkan di negara-negara maju banyak lulusan SMU yang melanjutkan di Politeknik, baru kemudian bridging ke Perguruan Tinggi (PT). “Kita bisa menang di ASEAN, jika semua generasi muda mau membekali dirinya dengan ketrampilan dan kemampuan yang cukup,” imbuhnya.

Sementara itu saat membacakan sambutan Menpora Imam Nahrawi, Pakde Karwo mengatakan, dalam sejarah perjuangan bangsa, Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang penting, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa.

“Bagi para pemuda indonesia, sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain di dunia,” ungkapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 bertema “Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional.

Seiring dengan itu tahun 2015 akan memasuki era komunitas ASEAN.Karenanya para pemuda harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. “Kita adalah bangsa besar yang memiliki sumber daya alam berlimpah, memiliki sejarah leluhur bangsa yang hebat, kebudayaan yang unggul, masyarakat yang toleran, dan Sdm yang makin lama makin baik,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju.Ciri pemuda yang maju adalah pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. “Oleh karenanya revolusi mental dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju,” tegasnya.

Pemuda yang maju adalah pemuda yang memiliki kemampuan inovasi dan kreatifitas yang tinggi. Selain itu, juga mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dan memiliki kompetensi sehingga mampu bertahan dan unggul dalam persaingan global. “Pemuda maju adalah pemuda yang mampu berfikir positif yang senantiasa terus berorientasi pada kejayaan bangsanya demi keunggulan dan kegemilangan masa depan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan beberapa penghargaan antara lain Pemuda Pelopor Provinsi Jatim Tahun 2014, Juara Umum kirab Drum Band Sumpah Pemuda, penghargaan Forum Ilmiah Guru Tingkat Provinsi Jatim, dan Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan Prov. Jatim. (eri)