22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Tumbuhnya Kelas Menengah Baru Picu Peningkatan Angka Penderita Diabetes

Pakde Karwo Bersama Para Pengurus PERSADIA Pada KONAS PERSADIA Ke-9 di Hotel JW Marriott SurabayaSurabaya, KabarGress.Com – Tumbuhnya kelas menengah baru turut memicu meningkatnya angka penderita penyakit diabetes. Hal ini karena perubahan gaya hidup (lifestyle) masyarakat kelas menengah baru yang cenderung kurang sehat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat membuka Konas Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) IX dengan tema “Raise Awarness, Advance Prevention & Improve Health Outcome For Diabetes” di Hotel JW Marriott, Sabtu (25/10).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim yang konsisten dan inklusif dalam lima tahun terakhir membawa dampak positif pada meningkatnya masyarakat kelas menengah baru. Data Bank Dunia menyebutkan, pemerataan pendapatan masyarakat Jatim pada 2009 yang pendapatannya tinggi mencapai 42,55 persen. Jumlah tersebut meningkat pada 2013 yang mencapai 45,63 persen.

Selain itu, berdasarkan data BPS Jatim, PDRB per kapita Jatim dalam lima tahun terakhir juga meningkat cukup pesat. Pada 2009, PDRB per kapita mencapai Rp. 18,42 juta, pada 2013 jumlah tersebut meningkat menjadi Rp. 29,62 juta. Artinya, terjadi peningkatan hingga 11,2 juta. Tak heran, masyarakat kelas menengah baru tumbuh dengan pesat di Jatim. Tumbuhnya masyarakat kelas menengah baru alias Orang Kaya Baru (OKB) itu juga membawa dampak negatif, yakni menyumbang kenaikan angka penderita diabetes. Hal ini karena para OKB tersebut mengubah perilaku gaya hidup mereka menyesuaikan dengan kemampuan daya beli yang semakin meningkat. Namun sayangnya, lifestyle mereka cenderung kurang sehat.

“Ini adalah salah satu resiko dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi, para OKB mengubah lifestyle-nya karena kemampuan daya beli mereka yang meningkat. Namun sayangnya, mereka kurang paham kesehatan. Contohnya, jika sebelum jadi OKB mereka lebih banyak makan di rumah, setelah menjadi OKB justru lebih sering makan fastfood dan junkfood diluar rumah. Inilah yang memicu penyakit diabetes” katanya.

Guna mencegah bertambahnya penderita penyakit diabetes, Pemprov Jatim telah mengambil kebijakan pembangunan bidang kesehatan berupa penguatan fungsi promotif (sosialisasi) cara hidup sehat dan preventif (pencegahan), khususnya di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Selain itu, Pemprov bersama seluruh stakeholder juga terus memperkuat program percepatan perluasan pelayanan kesehatan di 8.503 desa dan kelurahan di Jatim. Yakni dengan membangun sebanyak 11.456 institusi pelayanan kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu, ponkesdes, dan polindes di seluruh Jatim.

Pemprov juga terus memperkuat dan mengembangkan Taman Posyandu yang integratif dan holistik. Yakni Taman Posyandu yang yang terintegrasi dengan Bina Keluarga Balita (BKB), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Serta yang tak kalah penting, Pemprov juga terus melakukan promosi kesehatan dan memberdayakan masyarakat untuk memperkuat upaya promotif dan preventif. Baik melalui social marketing untuk kampanye dan sosialisasi, advokasi untuk mempengaruhi lingkungan, penyuluhan, serta upaya-upaya lainnya yang mendukung pembangunan kesehatan.

Tak sampai disitu, keseriusan Pakde Karwo dalam upaya mencegah bertambahnya penderita diabetes juga dibuktikannya dengan menyanggupi tawaran dari Ketua PERSADIA yang baru terpilih, Prof. Agung Pranoto untuk bergabung dalam kepengurusan baru PB PERSADIA. “Mari kita bekerja bersama untuk menyukseskan program-program promotif dan preventif, khususnya dalam penyakit diabetes” tuturnya.

Pada kesempatan itu, ketua PERSADIA yang baru terpilih, Prof. Dr. Agung Pranoto mengatakan, penderita diabetes di dunia dari tahun ke tahun kian meningkat. Pada 2013, terdapat 382 juta penderita diabetes dari seluruh dunia, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 592 juta penderita pada tahun 2030.

“Peningkatan tertinggi terjadi di daerah asia tenggara sebanyak 70,6%. Ini karena pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara sangat pesat dimana kelas menengah baru terus meningkat dan berpengaruh pada bertambahnya penderita diabetes. Disinilah peran penting PERSADIA untuk memberdayakan kemaslahatan para pasien, bersama para dokter, dan perawat yang peduli diabetes” katanya.

Agung Pranoto juga bersyukur Pakde Karwo telah menerima tawarannya untuk bergabung menjadi pengurus PB PERSADIA. “Alhamdulillah Bapak Gubernur bersedia, kami harap program PERSADIA dapat berdampingan dan bersinergi dengan pemerintah sehingga kemajuan kemaslahatan pasien diabetes di masa depan menjadi lebih maksimal” ujarnya.

Ketua panitia, dr. Soebagijo Adi, mengatakan, rangkaian kongres ini diantaranya serah terima antara ketua umum PERSADIA yang lama Prof. Sidartawan (2011-2014) pada ketua umum yang baru Prof. Agung Pranoto (2014-2016). Selain itu juga ada workshop terapi niutrisi medis, terapi insulin, dan workshop kaki diabetik, kemudian ada simposium utuk dokter yang dihadiri oleh 300 peserta dan ada 32 narasumber, 2 dari malaysia , dan 1 dari singapura.

Kemudian ada free paper (surabaya 10, semarang 7, malang 6, jakarta 1), lalu ada simposium untuk dibetesi, lalu Diabetes camp yang melibatkan dokter, perawat, paramedis, dan instruktur senam dan dimeriahkan acara ilmiah, outbound, makan yang sehat, dan jalan sehat di kampus FK unair yang dhadiri 3500 peserta. (eri)