22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Proyek Trem Dipastikan Tak Timbulkan Kemacetan

Surabaya, KabarGress.Com – Tim perumus proyek trem di Surabaya memastikan, bahwa keberadaan trem tidak akan menambah kemacetan lalu lintas di Surabaya. Pasalnya, moda transportasi yang berbasis kereta api ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding bus. Bahkan, trem ini dianggap lebih aman dibanding bus.

Salah satu tim perumus proyek trem, Johan Silas mengatakan, dia ingin menampik anggapan bahwa trem akan menambah macet lalu lintas. Padahal tidak demikian. Trem ini nantinya hanya memiliki dua gerbong dengan panjang keseluruhan sekitar 20-an meter. Daya tampungnya sendiri mencapai 100 penumpang.

Meski menggunakan badan jalan, dengan ukuran trem yang lebih kecil dibanding bus, maka moda transportasi lain tetap akan bisa melaju seperti biasanya. “Trem itu lebih aman dibanding bus. Saya itu pernah dipepet oleh bus dan hampir saja saya ditabrak. Bus itu ingin menyalip. Nah, kalau trem nggak mungkin menyalip karena dia melaju sudah pada relnya,” katanya.

Pengajar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menambahkan, untuk tahap awal, akan didatangkan sebanyak dua gerbong terlebih dulu. Kemudian ketika permintaan masyarakat bertambah, maka unitnya akan terus ditambah. Hal tersebut dikarenakan naik trem itu lebih aman dan nyaman.

Di sejumlah negara di Eropa juga banyak yang mengembangkan proyek trem sebagai angkutan massal di kota. Banyaknya proyek trem di kota-kota di Eropa ini karena selain efektif mengatasi kemacetan, juga karena biayanya murah.

“Semua hal terkait proyek trem ini sudah selesai semua, termasuk studi kelayakan. Jadi tinggal jalan saja. Tapi terkadang proyek ini agak terlambat kami selalu kesulitan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Gde Dwija Djaja Wardhana mengatakan, kemacetan memang selalu menjadi masalah disetiap kota besar, termasuk Surabaya. Saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan untuk mengurai kemacetan itu sendiri.

“Saat ini kami ada sejumlah proyek untuk mengatasi kemacetan. Selain trem juga ada frontage road (FR) baik sisi barat maupun timur Jalan Ahmad Yani. FR yang berada di akses pintu masuk kota Surabaya Selatan ini masih dalam tahap pengerjaan. “Diharapkan akhir tahun depan FR ini sudah bisa selesai dikerjakan,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, kendalanya adalah tempat parkir. Menurutnya, selama ini tempat parkir lebih banyak menggunakan tepi jalan. Sedangkan kapasitas kendaraan juga tinggi. Jika kapasitas kendaraan tinggi, kemudian ruas jalan terbatas. Maka kemacetan tetap akan bisa terjadi.

Maka, untuk menghilangkan adanya parkir di tepi jalan, pihaknya kini menyiapkan proyek park and ride. Proyek ini berupa bangunan vertikal yang khusus digunakan sebagai area parkir. Nantinya, park and ride ini akan terintegrasi dengan proyek trem. “Artinya, ketika pemilik kendaraan sudah memarkir kendaraannya di park and ride, tak jauh dari lokasi itu sudah ada halte trem,” paparnya.