29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Sekda Resmikan Lab. Keuangan Jatim, Satu-satunya di Indonesia

sekdaprov jatim serta kepala BPKAD prov Jatim mencoba komputer di gedung baru LPKD jl.sikatan Surabaya (2)Surabaya, KabarGress.Com – Sekda Prov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Pengelolaan Keuangan Daerah UPT-LPKD) Prov Jatim, Jl Sikatan no 10 Surabaya, Senin (20/10).

Dalam kesempatan itu Sekda mengatakan, LPKD ini merupakan upaya Pemprov Jatim membuat terobosan kaitannya dengan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Sehingga kontiyuitas BPK terhadap WTP tetap dapat dipertahankan. Karena hasil audit BPK atas laporan keuangan pemprov Jatim telah mendapatkan opini Wajar Tanpa pengecualian (WTP) pada tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013, satu-satunya pemprov yang dapat meraih WTP empat kali berturut-turut.

Namun keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari kinerja finansial semata. Opini BPK yang menyatakan WTP hanya salah satu indikasi kemajuan kinerja pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan daerah juga dinilai dari kemampuannya untuk mencapai kinerja output, outcome, impact dan benefit dari setiap program kerja yang telah direncanakan. Hal ini akan semakin memperkuat penerapan Performance Based budgeting.

Melalui LPKD yang merupakan satu-satunya di Indonesia ini, nantinya output yang diharapkan SDM pengelola keuangan yang memiliki pemahaman tentang pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan hingga  pertanggungjawaban. Kemudian harapan kedua, LPKD ini akan menjadi data base sentral data keuangan daerah , sehingga kedepan semua stake holder dan masyarakat yang butuh data untuk kepentingan yang baik bisa dilayani. Dengan data base yang bagus kedepan menjadi dasar pengambilan keputusan dan pengambilan kebijakan. Saat ini untuk sentral data masih dibantu AIPD (Australia Indonesia Partnership Decentralization) sampai lima tahun kedepan sampai benar-benar siap.

Sudah banyak yang antri ikut pelatihan di laboratorium ini, tapi karena kapasitasnya terbatas baru di lingkungan Pemprov, kedepan lingkup termasuk Kab/ Kota, Kecamatan sampai Desa/ kelurahan. Setelah itu mungkin di level nasional karena di Indonesia baru di Jatim ini satu-satunya yang mempelopori.

Setelah meninjau gedung Laboratrium, Sekda menyatakan, untuk sementara sudah layak, tapi nantinya perlu memperluas kapasitas kemampuannya untuk menampung peminat dari luar Provinsi, tapi kalau untuk lingkungan Pemprov Jatim masih cukup secara bertahap. “Saya harapkan setelah diadakan pelatihan di laboratorium ini, akan tercipta SDM yang handal yang menguasai manejemen keuangan secara luas,” harapnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Prov Jatim Dr Ir. Budi Setiawan MMT mengatakan, lembaga LPKD merupakan lembaga yang memberikan pendampingan, pembekalan, pemahaman dan analisis tentang pengelolaan keuangan daerah, mulai perencanaan, penganggaran, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah di prov Jatim.

UPT LPKD dibawah BPKAD Prov Jatim ini dibentukan dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat pada perundang-undangan, efisien dan ekonomis, transparan dan bertanggung jawab. Tentunya dengan mempertimbangkan azas keadilan, kepatutan dan manfaat bagi masyarakat.

Tugas LKPD ini sebagai tugas teknis operasional untuk meningkatkan kualitas pengelolaan SDM dan pengelolaan keuangan daerah. Serta memebrikan ketrampilan penguasaan teknis serta pengembangan wawasan , pemahaman dalam pola pikir untuk meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan keuangan daerah.

”Di Laboratorium ini bukan pelatihan dalam kelas seperti kuliah, tapi praktek langsung. Sehingga siapapun setelah mengikuti pelatihan di Laboratorium ini bisa langsung mengetrapkan, mengimplementasikan ilmunya dalam pekerjaan sehari-hari,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Komisi C DPRD Prov Jatim, Asisten sekda prov Jatim, beberapa Kepala SKPD, dan lain-lain. (eri)