26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

PKK Menjadi Basis Kekuatan Baru Hadapi MEA 2015

PKK Menjadi Basis Kekuatan Baru Hadapi MEA 2015Surabaya, KabarGress.com – Organisasi Pengembangan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi basis kekuatan baru dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Ini penting karena PKK memiliki Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan sudah banyak yang menjadi Koperasi Wanita (Kopwan). Kopwan merupakan salah satu program Pemprov Jatim, yang bertujuan untukmeningkatkan ekonomi masyarakat dan harus mampu bersaing dalam pasar bebas.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo saat membuka Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Provinsidan Kabupaten/Kota se Jawa timur Tahun 2014 di Hotel Utami, Surabaya, Rabu(22/10).

“Produk home industry yang dibuat oleh ibu-ibu PKK dan dipasarkan melalui Kopwan, banyak disukai oleh masyarakat. Karenanya dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK dalam mengelola usaha dan mengemas produk (packaging), akan menjadi kekuatan baru dalam menghadapi MEA 2015,” ungkapnya.

Ia mengatakan, banyak makanan home industry yang digemari bahkan sering dijadikan oleh-oleh khas seperti pudak dan madu mongso. Tetapi kelemahannya adalah disisi kemasannya, pudak misalnya orang kadang malas mencobanya karena bentuknya yang terlalu besar, “Jika kita lihat makanan olahan dari Cina kemasannya cukup praktis, dan menarik,” imbuhnya.

Selain diberikan pelatihan, semua anggota PKK juga harus mencintai produk lokal, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan produk asing sejenis. Karena mengonsumi produk lokal adalah salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang akan membawa kesejahteraan rakyat. “Dengan memiliki rasa cinta yang kuat pada produk lokal, maka kita tidak akan mudah tergiur oleh produk asing yang masuk ke indonesia saat pasar bebas nanti,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu kelebihan PKK adalah jaringan komunikasinya yang terstruktur dari tingkat pusat sampai rumah tangga. Para kader TP-PKK mampu melihat dan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, bahkan mendampingi dan memberdayakannya.Itulah mengapa PKK harus merasa penting, karena mampu menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Banyak sekali yang diurus para anggota TP PKK yang diketuai Dra Hj Nina Soekarwo, MSi, mulai ibu hamil, anak yang masih dalam kandungan sampai lansia. Selama ini PKK juga turun ke desa-desa mendampingi penderita gizi buruk, mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi.

“Dengan tanggung jawab yang sudah cukup berat, saya mengajak semua anggota PKK untuk bersinergi dengan pemerintah. Tentunya dalam menyelesaikan masalah sosial dan utamanya dalam menghadapi MEA 2015,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo yang lebih lekat disapa Bude Karwo menyampaikan, tahun 2015 adalah saat yang telah disepakati untuk menyelesaikan masalah dengan target Millenium Development Goals (MDG’s). “Beberapa tahun ini, TP PKK melalui program kerjanya member dukungan penuh agar target MDGs bisa tercapai. Sebab MDGs telah menjadi referensi penting untuk pembangunan Jatim khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, usaha yang dilakukan TP PKK bersama Pemprov Jatim telah membuahkan hasil yang membanggakan di tingkat nasional. Pada bulan September lalu Gubernur Jatim meraih penghargaan MDGs target 5B ( kesehatan reproduksi) tahun 2013 dari Menkokesra RI Agung Laksono. Penghargaan itu diraih atas keberhasilan Pemprov Jatim bersama Kader PKK dalam menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas warganya.

Bude Karwo sekali lagi mengajak seluruh semua anggota PKK untuk fokus dan konsisten dalam implementasi MDGs, karena hampir semua yang tercantum dalam MDGs mencakup masalah perempuan dan kesehatan. “Kita jangan sampai terlena dengan penghargaan yang sudah diperoleh, sebab masih banyak PR kita yang harus diselesaikan,” imbuhnya.

Program kerja dan kegiatan yang dilaksanakan oleh TP PKK harus dilakukan dengan efektif dan efisien. Untuk itu, perlu dilakukan sinergi antara pokja I-IV. Seperti yang telah dilaksanakan di Jatim semua pokja ikut terlibat, sehingga semua pelayanan baik posyandu balita maupun lansia bisa terlayani secara menyeluruh.”Peran sinergitas ini sangat diperlukan guna pencapaian program kerja dan kegiatan TP PKK di Jatim,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, tahun 2015 mendatang TP PKK akan melaksanakan Rakernas, tentunya momen tersebut menjadi kesempetan yang baik untuk meningkatkan kinerja dan kualitas TP PKK. “Semua pihak saya harapkan mengevaluasi dan memberi masukan yang positif untum membangun PKK menjadi lebih baik, karenanya dalam menyusun program skala prioritas harus disesuaikan dengan program pemerintahan,” tukasnya.

Ketua penyelenggara Dwi Estining Budi Setiawan mengatakan, Rakor TP PKK Provinsi dan kabupaten/kota tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan hasil rapatkonsultasi dengan TP PKK pusat, mengevaluasi, dan mencari solusi, dan menginformasikan kebijakan kelembagaan kepada seluruh anggota PKK.

Rakor yang diikuti oleh 273 peserta tersebut mengambil tema “Dengan Rakor TP PKK Provinsi dan TP PKK Kabupaten/kota se Jatim tahun 2014, kita tingkatkan kemajuan pengetahuan dan kemampuan penanggung jawab gerakan PKK untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga”.

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Prov. Jatim Dra. Fatma Syaifullah Yusuf, dan pejabat SKPD di lingkup Prov. Jatim. (eri)