18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Akan Bongkar 667 TPS yang Berada Sekitar Pasar Turi

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membongkar sebanyak 667 unit Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang masih berdiri disekitar lokasi pembangunan Pasar Turi. Sebab, adanya masukan dari investor bahwa, keberadaan TPS itu menjadi kendala dalam penyelesaian pembangunan pasar turi baru.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang pihak investor Pasar Turi, yakni PT Gala Bumi Perkasa. Terkait langkah apa saja yang harus dilakukan ketika TPS itu dibongkar. Paling tidak, ketika TPS dibongkar, pedagang sudah memiliki tempat untuk berjualan.

“Kami ingin tetap mengakomodasi pedagang. Ketika membongkar kan tidak bisa dibongkar begitu saja. Misalnya, sebelum dibongkar, pedagang sudah harus masuk ke Pasar Turi, agar nantinya tidak meluber ke jalanan,” katanya.

Mantan kepala Badan dan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini mengaku, belum dapat memastikan kapan TPS itu akan dibongkar karena masih menunggu hasil pertemuan dengan investor. Terkait mekanisme pembongkaran, pihaknya menyatakan, pemkot yang akan membongkar. Kemudian bekas bongkaran akan menjadi aset pemkot karena TPS dibangun dari dana APBD dan akan dilelang.

“Kami mengundang investor tak hanya terkait TPS, kami juga akan melakukan pembicaraan terkait adendum. Saat ini kami telah mengirimkan surat ke investor tapi belum ada tanggapan resmi. Hari ini (kemarin) kami mengirim lagi surat,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Turi. Untuk pembongkaran TPS sendiri, perempuan nomor 1 di Surabaya itu,  akan mengundang pihak terkati termasuk pedagang. Dan akan menjelaskan proses pembongkaran nanti itu seperti apa.

“Ketika TPS itu dibongkar, sudah harus ada planing yang jelas. Misalnya, tempatnya (stan) untuk berdagang itu sudah harus ada. Lha kalo nggak ada planning, nanti malah jadi repot,” imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah penghuni TPS tidak setuju dengan pembongkaran itu. Pasalnya, hingga sekarang, pembangunan Pasar Turi tak kunjung rampung. Bahkan, hingga akhir tahun ini diperkirakan tidak bisa selesai. Salah satu penghuni TPS, H Badrus mengaku hingga kini belum mengetahui untuk apa TPS dibongkar.

Tapi dia mengakui secara bertahap TPS akan dibongkar. Sebelumnya disekitar Pasar Turi ada sebanyak 1.500 TPS. Saat ini tinggal 667 TPS. “Kami hanya minta agar tidak dilakukan pembongkaran dulu. Selesaikan dulu Pasar Turi baru  TPS dibongkar. Kalau TPS dibongkar lalu Pasar Turi belum selesai, kami mau berjualan dimana,” keluhnya.

Menurut dia, bagi pedagang yang bersedia TPS-nya dibongkar, akan mendapat ganti rugi sebesar Rp10 juta. Sedangkan bagi pemilik TPS yang tidak ada aktivitas usaha, mendapat ganti rugi Rp5 juta. Yang menjadi keluhan pedagang juga, pedagang diminta membayar Rp7,5 juta sebagai uang pengambilan kunci stan.

“Selain ada uang pengambilan kunci, pedagang juga diminta membayar service charge untuk tiga bulan ke depan. Pembayaran itu dihitung mulai Oktober. Setiap satu meter dikenakan service charge  Rp100.000 sebulan,” herannya.

Disisi lain, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HP2T) H Suhaemi menngungkapkan, saat ini sebenarnya masih ada sekitar 40 pedagang yang belum mendapat stan. Padahal investor pernah menjanjikan ke 40 pedagang ini akan mendapatkan stan. Janji itu disampaikan satu tahun setengah yang lalu. Tapi sampai sekarang belum direalisasikan.

“Para pedagang sebenarnya sudah pernah sempat ditawari oleh investor stan di lantai empat. Namun karena stan yang diberikan zoning-nya campur, para pedagang akhirnya menolak tawaran itu,” katanya. (tur)