22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Hati-hati, Godaan Terhadap Syiar Islam Makin Besar

Pakde Karwo- Hati-hati, Godaan Terhadap Syiar Islam Makin BesarSurabaya, KabarGress.com – “Hati-hati godaan terhadap syiar Islam makin besar, untuk itu ustadz / kyai dminta jelaskan kepada umat untuk berhati-hati. Pemprov Jatim akan terus membangun kegiatan syiar yang  menjurus membangun kultural yang baik,”. Hal itu ditegaskan Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam acara Majelis Dzikir Maulidur Rosul SAW bersama jamaah Al-Khidmah, di Halaman Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (19/10).

Menurut Pakde Karwo, semakin hari godaan terhadapsyiar Islam semakin kuat. Sebentar lagi akan memasuki kawasan tanpa batas, barang dan jasa dan orang dari10 negara ASEAN akan lalu lintas dengan bebas, maka Jatim mengambil sikap dengan membentengi dari sisi spiritual.“majelis dzikir ini merupakan prosesi syukur kepada Allah SWT. Mari kita berdoa terus menerus karena godaan semakin luar biasa. Syiar baru di tahun 2015 selain menghapus kemaksiatan, juga membangun sistem perekonomian syariah,” katanya.

Proses mengurangi WTS, kata Pakde, relatif berhasilnamun belum semua tuntas hanya kurang sedikit,  karena merubah mental tidak segampang mendirikan bangunan. “Tapi setidaknya jalan yang kita tempuh sudah berjalan dan mengurangi beban. Hal ini sangat berbahaya karena Ibu rumah tangga yang terjangkit HIV / Aids jumlahnya hampir tiga kali jumlah WTS. Tapi di daerah Nganjuk, Malang danMadiun sudah sukarela meninggalkan profesinya meski dengan beberapa tuntutan,“ ujarnya

Salah satu cara yang sangat tepat membentengi kapitalisme, menurut Pakde adalah membangun nasionalisme baru dengan mencintai produk dalam negeri,”cintailah produk-produk Indonesia’ cara itu sangat efektif. Kerajinan bordir dariBangil sudah bisa menembus ke Eropa, sementara barang-barag yangdiimpor dari China, baik lipstick, sayur, buah  yang kualitasnya tidak bagus akan dihentikan di pelabuhan dandilarang masuk karena mengandung mercury, peptisida, paraphin yang merusak kesehatan.

Tahun depan Bank Indonesia sepakat menempatkan Jatim menjadi uji coba mengembangkan sistem ekonomi syariah di perbankan, bekerja sama dengan Ponpes serta komunitas pengajian supaya dapat membentengi rakusnya kapitalisme dari luar. “Hal ini sngat penting dengan sistem syariah yang baik membangun kejujuran agar tidak terbawa arus sistem kapitalis.

“Disamping, berdoa, bersyukur, dan terus melakukanevaluasi, saya usul membangun kebersamaan dalam  konsep syiar Islam. Masjid-masjid mulai digunakan untuk kegiatan lain. Apalagi menjelang musim hujan untuk mencegah penyakit demam berdarah, kurangi jentik nyamuk ataupunkegiatan-kegiatan kelompok peternak, atau masyarakatlainnya seperti kelompok pengajian bisa melakukan kelompok usaha. Karena di tahun 2015 Pemprov Jatim akan memberikan lima ribu paket hibah terhadap kelompok ini untuk mengembangkan perekonomiannya,” tambahnya.

“Mari kita bertahan dari godaan yang luar biasa. Pertama dari sistem liberal, karena kalau Jatim  ‘jebol’seluruh Indonesia Bagian Timur akan ikut jebol karenahampir semua kebutuhan dari Kalimantan sampai Papuaberasal dari Jatim. Tahun lalu, lalu lintas barang yang keluar dari Jatim sebesar Rp. 975 Triliun, tahun ini sekitar R0 1200 Triliun. Jika dikembangkan ekonomi syariah, bukan hanya mencukupi Jatm tapi syiarnya bisa sampai ke IndonesiaBagian Timur, luar biasa,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, dzikir yang diselenggarkan rutin setiap tahun ini merupakan inti ibadah dari rangkaian berbagai kegiatan yang dilakukan, dengan harapan Pemprov aman tertib dan jadi Provinsi nomro satu di Indonesia.

Ketua Panitia H Arif Afandi, MSi mengatakan, acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari JadiProvinsi Jatim ke- 69 merupakan ketiga kali dihadiri puluhanribu jama’ah Al-Khidmah dari berbagai kota d Jatim, mulai Surabaya, Gresik, Bangkalan sampai Sumenep.

Mantan Wakil Walikota Surabaya ini menambahlan, kegiatan ini untuk meminta perlindungan Tuhan YME agar seluruh masyarakat Jatim selamat dan pemerintahan PropinsiJatim dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Acara yang digelar rutin setiap tahun ini dihadiri pulaoleh direktur Pasca Sarjana UIN Malik Ibrahim Malang, paraHabaib dan Masyayikh, Sekda dan Asisten Sekda Prov Jatim,Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Jatim dan undanganlainnya. (eri)