16/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Ratusan Buruh Demo di Jl. Raya Darmo Tuntut Pimpinan Perusahaan Kembali Pekerjakan Karyawan

Ratusan Buruh Demo di Jl. Raya Darmo Tuntut Pimpinan Perusahaan Kembali Pekerjakan KaryawanSurabaya, KabarGress.Com – Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa di Jl. Raya Darmo, Sabtu (18/10/2014) siang. Mereka menuntut agar salah satu karyawan yang telah di PHK secara sepihak oleh  perusahaan PT. Yakobis, pada tanggal 1 Mei lalu untuk dipekerjakan kembali.

Pimpinan Cabang FSPMI, Heri menjelaskan, pemecatan tersebut bermula saat temanya Ardianto (karyawan yang dipecat) tidak masuk kerja hanya satu hari. Ternyata tanpa ada kepastian dan pemberitahuan yang jelas dari perusahaan, Ardianto langsung diberikan Surat Peringatan (SP3) oleh pimpinan perusahaan dan dikeluarkan.

“Sebenarnya dia tidak membolos kerja mas, tapi menggantikan hari libur. Tanggal 1 Mei kan itu libur nasional bagi buruh, tapi dia tetap kerja. Tapi di minggu berikutnya dia memang tidak masuk kerja, tiba-tiba langsung dipecat tanpa ada pemberitahuan itu kan nggak manusiawi namanya,” paparnya.

Heri menginginkan, kepada pimpinan perusahaan agar mempekerjakan kembali kawan mereka yang telah di PHK. Jika pada tuntunanya hari ini tidak dipenuhi, maka hari Selasa (21/10/2014) buruh akan mendatangkan massa yang lebih besar untuk kembali mendatangi rumah no 65 tersebut, yang diketahui adalah rumah milik pimpinan perusahaan.

“Kami menuntut agar kawan kami dipekerjakan kembali. Karena jika salah satu kawan kami ada yang dipecat maka semua ikut merasakan. Jangan semena – mena main pecat, kalau tidak ada kami (buruh), dia (pimpinan) tidak akan bisa menjadi kaya. Dan kami akan menyegel akses pintu masuk pabrik sampek keinginan kami dituruti,” ancamnya.

Sementara itu, Karyawan yang dipecat sepihak, Ardianto, menyatakan sangat kecewa dengan prosedur perusahaan yang langsung main pecat. Dirinya tidak terima diperlakukan seperti ini. Sebab, dirinya rela mengorbankan waktunya untuk aktif dalam bekerja, tetapi disaat ijin libur satu hari perusahaan langsung memberikan SP3.

“Saya sudah bekerja selama 16 tahun masak hanya nggak masuk satu hari saja saya langsung dipecat kayak gini. Ini namanya tidak manusiawi. Kalau saya dipecat mau makan apa anak dan istri saya. Saya mau minta kejelasan yang pasti dari pimpinan perusahaan jangan seenaknya sendiri,” ujarnya, sambil menitihkan air mata. (tur)