03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Kebudayaan Berperan Tingkatkan Peradaban Manusia

Kebudayaan Berperan Tingkatkan Peradaban ManusiaPandaan, KabarGress.com – Kebudayaan berperan dalam meningkatkan peradaban manusia. Kebudayaan memberikan peran pada peradaban manusia. Kebudayaan inilah yang dapat memanusiakan manusia, membuat suasana aman, nyaman, guyub rukun, dan terjaga persatuan dan kesatuan.  Sehingga kebudayaan harus terus dijaga dan dipertahakan. Penghargaan terhadap nilai-nilai ketimuran, tentang persatuan dan kesatuan kita. Ini menjadi rohnya di Jatim.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat membuka Seminar Kebudayaan Tahun 2014 dan Sendratari Kolosal Untung Suropati di Amphiteater Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kab. Pasuruan, Sabtu (18/10) malam.

Ia mengatakan, semua bentuk penjajahan yang pernah terjadi untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan politik, yang dirusak terlebih dahulu adalah kebudayaan. Kebudayaan yang dirusak baru bisa masuk ke sektor ekonomi dan politik.

“Kultural dirusak penjajah, diganti menjadi kultural mereka dan gaya hidup (lifestyle) baru terhadap kehidupan masyarakat. Untuk itu, kebudayaan sangat penting untuk dipertahakan. Suasana Jatim guyub, rukun, bersatu, dan saling menghargai juga harus dipertahankan,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Dikatakannya, pembangunan kebudayaan di Jatim ke depan adalah pembangunan yang menggunakan Pancasila sebagai working ideology. Pancasila jangan sebagai doktrin karena  kebudayaan adalah hal yang memanusiakan manusia.

Proses pembangunan kebudayaan ini harus dilakukan dengan meningkatkan ideology Pancasila. Memanusiakan manusia yang tersirat dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Guyub rukun menjadi persatuan tersirat dalam sila Persatuan Indonesia. Musyawarah mufakat jangan ditinggalkan seperti yang tersirat dalam sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sesuatu yang membuat rukun tidak bisa dikuantifikasikan.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar kebudayaan dan sendratari yakni melestarikan dan mengembangkan seni budaya khususnya yang ada di Jatim, menjaga konsistensi kegiatan yang berperan terhadap perkembangan kebudayaan dan pariwisata di Jatim, membudayakan forum dialog kebudayaan, pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis seni budaya serta memberikan hiburan bagi masyarakat Jatim.

Kegiatan yang ada di Taman Candra Wilwatikta yakni Gelar Seni Daerah Jatim, Penghargaan seniman dan budayawan Jatim, Pagelaran sendratari kolosal persembahan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya dengan judul Untung Suropati, dan Seminar Nasional Kebudayaan dengan tema “Membangun Puncak-Puncak Kebudayaan Daerah untuk Memperkuat Pancasila.”

Seminar nasional kebudayan diikuti perwakilan anggota Mitra Praja Utama, Sekolah Tinggi Kesenian seluruh Indonesia, Akademisi Perguruan Tinggi di Jatim, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Jatim, seniman dan budayawan se-Jatim.

Pakde Karwo memberikan penghargaan kepada 6 kreator seni, 4 tokoh berdedikasi, dan 3 lembaga peduli seni. Untuk 6 kreator seni penerima penghargaan antara lain Leo Kristi (Bidang Musik), Semar Suwito (Bidang Film), Asri Nugroho (Bidang Seni Rupa), Moehammad Sinwan (Bidang Teater), Parso Adiyanto (Bidang Seni Tari), Tjahyono Widiyanto (Bidang Sastra).

Penghargaan untuk kategori tokoh berdedikasi diberikan kepada Almarhum Sunarwi dari Kabupaten Sumenep yang telah menciptakan 170 gendhing Karawitan Madura, Almarhum Ngudi Rahajo dari Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai pekukis realis dengan obyek pemandangan, sawah,alam pedesaan, buah-buahan, burung-burung, hingga perahu, Lilis Imarotin dari Kabupaten Tuban yang merupakan anak muda ikut melestarikan batik Gedhog Tuban, dan Cuk Sugrito sebagai tokoh pengembang dan pelestari budaya Bawean Kabupaten Gresik​

Seusai menyerahkan penghargaan, Pakde Karwo berpesan kepada seluruh Masyarakat Jatim untuk meneruskan kredibilitas dan integritas para tokoh penerima penghargaan yang telahmenjaga kebudayaan Jatim. ​

Pakde Karwo yang didampingi Bude Karwo, Kepala DPRD Jatim, Sekdaprov Jatim juga mendapatkan kesempatan untuk menuliskan pesan dalam sebuah kanvas yakni “Tahun kebudayaan menjadi landasan membangun masyarakat Jawa Timur yang lebih mandiri dan sejahtera”pungkasnya. (eri)