03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul: Pendidkan Menentukan Kemajuan Bangsa

Gus Ipul- Pendidkan Menentukan Kemajuan BangsaSurabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jatim Ir. H Saifullah Yusuf yang lekat disapa Gus Ipul mengatakan, pendikan menentukan kemajuan dan kualitas kehidupan suatu bangsa. Sebab, peran pendididkan penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas , damai, terbuka dan demokratis. Kemajuan suatu bangsa dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik.

“Orang yang memiliki pendidikan yang baik tidak akan mengalami kesusahan dalam menjalani hidup. Berbagai disiplin ilmu harus dikelola dengan baik, agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan meningkat,” terangnya saat mengahadiri Wisuda Sarjana ke- XVIII Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bojonegoro, Sabtu(18/10).

Ia menjelaskan, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) memiliki peran yang jauh lebih besar dan penting dibandingkan dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh suatu negara. “SDA akan habis, tapi pendidikan akan terus berkembang. Artinya ilmu berkembang terus sesuai dengan kemampuan manusia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, tahun 2015 mendatang akan diberlakukan era perdagangan bebas atau yang dikenalMasyarakat Ekonomi Asean (MEA). Saat itu, akan terjadi globalisasi di segala bidang, tentu kompetisi akan semakin ketat. Era itu tak bisa dihindari, namun harus disikapi dengan peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Semua anak-anak di Jatim harus belajar keras sehingga mampu meningkatkan kualitas SDM. Namun demikian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus diimbangi dengan pendidikan iman dan takwa. Hal ini penting guna menciptakan karakter anak bangsa yang menguasai iptek dan iman dan takwa.” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, Jatim saat ini masih membutuhkan banyak tenaga guru. Karenanya tenaganya harus dipersiapkan dengan matang dan professional, sebab tugasnya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademis, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan dan mencerdaskan peserta didik,” tegasnya.

Ia berharap, bertambahnya jumlah sarjana di Kabupaten Bojonegoro akan memberi nilai tambah. Karena saat ini bojonegoro telah menjadi satelit Jatim dengan beroperasinya Exxon Mobile. “Dengan tercukupinya jumlah SDM yang berkualitas maka kebutuhan tenaga saat beroperasinya Exxon Mobile akan terpenuhi,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, dalam bidang pendidikan Pemkab Bojonegoro memiliki program maksimal tahun 2018 semua anak-anak bojonegoro bisa sekolah minimal SMA/SMK. Pendekatan yang dilakukan tidak menggunakan metode Bantuan Operasional Sekolah (BOS, tapi menggunakan anggaran Pemerintah Desa. Selain itu, anak-anak yang sudah lulus SMA akan diikutkan pelatihan-pelatihan khusus. “Saya laporkan kepada Wagub bahwa nantinya APBD Pemkab Bojonegoro akan digunakan untuk pendidikan,” ungkapnya.

Wisuda Sarjana Ke-XVIII STAI tersebut diikuti oleh 222 wisudawan dan wisudawati. Turut hadir Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),Dr. H. Hanif Saha Ghofur ,Rois Syuria NU Bojonegoro, danKepala Kantor Agama Pemkab Bojonegoro. (eri)