18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Koleksi Hewan KBS Bertambah

Surabaya, KabarGress.Com – Koleksi satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) bertambah, menyusul kelahiran seekor bayi Anoa. Hewan endemik dari Sulawesi itu lahir pada Rabu (15/10/2014) lalu. Saat ini, jenis kelamin satwa tersebut masih belum diketahui. Dengan kelahiran ini, maka total koleksi Anoa menjadi enam ekor.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat mengatakan, dari total enam anoa tersebut, dua ekor berjenis kelamin jantan dan tiga ekor lainnya berjenis kelamin betina. Seekor yang baru lahir belum diketahui. Menurut Agus, hingga menjelang akhir bulan ini saja, ada beberapa satwa lain yang juga melahirkan.

Pada Senin (6/10/2014), seekor kambing gunung juga lahir. Lalu, pada Rabu (15/10/2014) juga lahir lagi seekor kambing gunung. Hingga saat ini, jumlah total satwa bernama latin Oreamnos americanus itu mencapai 25 ekor. Pada Sabtu (4/10/2014) lalu juga lahir seekor Siamang. Saat ini, kera hitam yang berlengan panjang berjumlah sebanyak 11 ekor.“Akhir bulan ini juga kami perkirakan akan lahir orang utan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin memprediksi orang utan juga akan melahirkan. Disisi lain, pihaknya juga sedang menunggu proses penetasan sekitar 30 telur Komodo. Diperkirakan dalam bulan ini akan menetas.

“Selain kelahiran satwa di bulan ini, akhir bulan lalu, Kambing Gunung melahirkan empat ekor setelah dua betina melahirkan masing masing dua ekor,” katanya.

Disisi lain, pasca mendapat surat izin Lembaga Konservasi (LK) dari Kementrian Kehutanan, PDTS KBS langsung tancap gas melakukan pembenahan dan perbaikan. Saat ini, perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk perbaikan kandang satwa.

Perbaikan kandang menjadi prioritas karena sebagian besar kondisinya sudah tidak memadai.  Perbaikan kandang ini bertujuan agar satwa makin sejahtera, sehingga harapan hidup semakin meningkat. “Yang kami utamakan adalah kesejahteraan satwa. Maka kondisi kandang harus nyaman untuk ditinggali,” ujar Direktur Utama PDTS KBS, Ratna Achjuningrum. (tur)