03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dewan Minta Pemkot Agar BPJS Dilakukan Secara Merata

Masduki TohaSurabaya, KabarGress.Com – DPRD Kota Surabaya mengusulkan kepada pemerintah kota setempat agar para guru swasta, moderen, penjaga makam, guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan para penghafal Al-Quran (hafiz/hafizah) ditanggung Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang di biayai APBD.

“Saya berharap bu wali itu memberikan BJPS kepada mereka. Kalau warga miskin dicover BPJS itu sudah kewajiban pemkot, tapi untuk mereka yang belum” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha Jumat (17/10/2014).

Menurut dia, mereka cukup berjasa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Surabaya. Sehingga tenaga dan fikirannya harus diberi imbalan yang setimpal dari pemerintah.

Dengan demikian, lanjut dia, mereka tidak lagi memikirkan biaya rumah sakit karena sudah ditanggung oleh Pemkot Surabaya melalui BPJS.”Wali kota harus bisa menghitung semua itu, ini mumpung anggaran RAPBD belum dimasukkan,” katanya.

;ebih lanjut, hal-hal seperti itu harus difikirkan dan ditata secara rinci oleh Pemkot Surabaya. “Selama ini, hal itu belum terfikirkan karena selama ini berpusat kepada warga miskin yang tercover dalam jamkesmas kuota atau non kuota,” ujarnya.

Tentunya, ini sebagai penghargaan dari Pemkot Surabaya kepada masyarakat dengan melihat anggaran APBD Surabaya yang cukup besar atau mencapai Rp7 triliun. “Contoh guru swasta, misalkan ada musibah di jalan. Jadi tidak perlu memikirkan biaya berobat karena sudah ditanggung BPJS,” katanya.

Bahkan yang selama jarang diperhatikan atau terlupakan adalah para penghafal Al-Quran yakni hafiz atau hafizah. “Mereka juga luput dari perhatian pemkot, kami berharap ini diperhatikan,” ujarnya. (tur)