20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pedagang Pasar Turi Tak Percaya Risma

Pedagang Pasar Turi tidak percaya lagi sama RismaSurabaya, KabarGress.Com – Keputusan pemerintah kota (pemkot) Surabaya, membatalkan pengambilalihan Pasar Turi, harus dibayar mahal. Kini para pedagang mengaku sudah tidak percaya dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. “Kepercayaan pedagang kepada walikota sudah luntur,” tegas salah satu pedagang Pasar Turi, Supri.

Supri menyebutkan, dari awal para pedagang mendukung sepenuhnya rencana pemerintah kota mengambilalih Pasar Turi. Diharapkan, begitu Pasar Turi diambilalih, pemkot bisa mengelola sepenuhnya. “Sebagai dukungan kepada walikota, kita sampai membuat spanduk untuk mendukung rencana pengambilalihan,” ungkapnya.

Menurut Supri, dengan sikap yang ditunjukkan walikota Surabaya, para pedagang kini tidak lagi memiliki tempat berlindung ataupun mengadu. Karena pemerintah kota yang diharapkan pedagang, sekarang justru tunduk pada investor PT. Gala Bumi Perkasa (GBP).

Nyatanya, di saat pedagang menunggu aksi pengambilalihan, justru pemkot duduk manis bersama investor. Tentu saja, hal itu membuat pedagang kecewa dan sakit hati karena merasa pemkot sudah tidak memikirkan penderitaan pedagang yang sudah 7 tahun terkatung-katung.

“Pemkot tidak tegas dan terkesan selalu bersikap manis terhadap investor. Buktinya keterlambatan jadual penyelesaian pembangunan, pemkot ya diam saja dan tidak memberikan sanksi. Ketika investor mengubah lay out, pemkot diam juga. Bahkan ketika investor meminta berbagai pungutan ke pedagang sampai pedagang teler, pemkot juga diam,” ujar Supri panjang lebar.

Pedagang Pasar Turi lainnya, Taufiq mempertanyakan keputusan pemerintah kota membuat tim teknis. Menurutnya, jika memang investor melakukan wan prestasi (menciderai perjanjian) maka langkah tegas yang harus diambil adalah pengambilalihan Pasar Turi.

“Buat apa membentuk tim teknis, jika ujung-ujungnya tetap mempertahankan PT. Gala Bumi Perkasa untuk membangun dan mengelola Pasar Turi selama 25 tahun. Tentu saja penderitaan pedagang bakal semakin lama,” sesal Taufiq.

Untuk diketahui, ancaman Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambilalih paksa Pasar Turi pada Selasa (14/10/2014) tidak terbukti. Pada hari yang sama, Pemkot justru mengundang investor Pasar Turi, PT. Gala Bumi Perkasa (GBP) ke balaikota untuk rapat koordinasi. (tur)