03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Di Jatim Setiap 2.000 Orang, Satu Terkena Kanker Serviks

Bude KarwoSurabaya, KabarGress.com – Ketua YKI Cabang Jatim Ny. Hj. Nina Soekarwo mengatakan, di Jatim,  ibu-ibu yang terkena kanker serviks (mulut rahim) jumlahnya cukup tinggi  hingga mencapai 1.987 penderita. “Prevalensinya 0,6 permil atau setiap 2.000 orang terdapat satu penderita kanker serviks,” jelasnya saat membuka Gerakan Nasional Promotive, Prenventif Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (Serviks) dengan Tema Sehatkan Perempuan Indonesia, di Kantor YKI Jl. Mulyorejo Indah Surabaya, Selasa (14/10).

Ia mengatakan, upaya yang perlu segera diatasimemberikan akses dan kualitas layanan kesehatan yang belum merata dirasakan oleh masyarakat. “Mereka yangmampu memperoleh akses pelayanan dengan mudah, namun bagi masyarakar miskin bila terkena penyakit mematikan ini atau yang sejenis hanya bisa menyerah pada nasib,’ tuturnya .

Untuk itu, YKI terus melakukan sosialisasi tentang penyakit kanker termasuk kanker serviks di daerah-daerahmelalui deteksi dini kanker, serta mengajak ibu-ibu melakukan pap smear . Tujuannya agar ibu-ibu memperoleh pengetahuan bagaimana mendeteksi sedini mungkin penyakit kanker.

YKI Cabang Jawa Timur sejak tahun 2011 telah berkomitmen dengan kabupaten/kota untuk pro aktivif dengan melakukan promotive (sosialisasi) dan preventif(pencegahan) penyakit kanker sedini mungkin.

Yang terpenting, menurut Bude Karwo, setelah terdeteksi kanker, bagaimana penanganan selanjutnya.Karena selama ini hampir 70 persen, ibu-ibu yang terkena kanker sudah dalam kondisi stadium lanjut, dan apabila sudah demikian maka penanganannya memerlukan biaya cukup tinggi.

Terkait dengan masih belum meratanya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, pemerintah memberi kemudahan mempercepat, dan memperluas akses kesehatan melalui program JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional

Ke depan setelah terdeteksi, YKI memberikan penanganan lanjutan, bekerjasama antara Pemerintah Provinsi. Jatim, RSUD Dr. Soetomo dan BPJS Kesehatan mengadakan promotive dan preventif. Kegiatan lain yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemeriksaan IVA dan Papsmear di daerah masing-masing untuk menanggulangi penyakit kanker hingga lini paling bawah.

“Mudah-mudahan dengan adanya sinergitas antara YKI Pusat, BPJS Kesehatan Pusat, YKI Cab. Jatim dan BPJS Kesehatan Jatim, bisa menindaklanjuti kegiatan yang bersifat promotive dan preventif yang pada akhirnya terbentuklah perempuan-perempuan sehat,” ujarnya

Dengan tindakan yang dilakukan secara sinergi tersebut, Bude Karwo khawatir RSUD Dr. Soetomo akan kebanjiran pasien yang terkena kanker Oleh karena ituperlu pengelompokan wilayah kerja (asesmen) rumah sakit. Yaitu Rumah Sakit Umum Kabupaten Jember, Madiun, Malang, Surabaya. Sehingga penderita bisa mendapatkan pelayanan secepat mungkin di rumah sakitterdekat.

. Kegiatan sosialisasi kanker serviks  pada gabungan organisasi wanita dan pelatihan pemeriksaan IVA dan papsmear sebagai lompatan besar, karena pelaksanaannya dikerjakan secara sinergi antara pemerintah, LSM, masyarakat profesi, hingga masyarakat awam. (eri)