03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Bulan Kesehatan Gigi Nasional Digelar di RSGM Universitas Hang Tuah

* Bantu Upaya Pemerataan Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut warga Surabaya,

* “162 tenaga kesehatan gigi Universitas Hang Tuah berikan edukasi serta pelayanan bagi 900 siswa SD dan TK di Surabaya dan 1500 Masyarakat Sekitar Surabaya”

Surabaya, 16 Oktober 2014 – Setelah resmi dibuka di Padang pada tanggal 12 September 2014, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang telah dilakukan secara konsisten sejak 2010, kembali diadakan di Surabaya. Diresmikan hari ini, kegiatan BKGN di Surabayadilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah (FKG UHT) yang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 16 sampai 18 Oktober 2014. Sekitar 162 tenaga kesehatan gigi akan turun untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi 2.400 warga sekitar Surabaya.

“Kegiatan BKGN bertujuan untuk mengedukasi mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut dengan kebiasaan baik untuk rutin berkunjung kedokter gigi setiap 6 bulan sekali dan menyikat gigi secara teratur minimal 2 kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur . BKGN di Surabaya akan diselenggarakan di dua lokasi yang berbeda yaitu FKG UHT dan FKG Universitas Airlangga,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc., Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia.

Edukasi yang dilakukan Pepsodent secara terus menerus didasari oleh fakta masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut yang menyebabkan perilaku yang salah dalam menjaga kesehatan giginya. Data dari RISKESDAS 2013 memperlihatkan 93,5% masyarakat Jawa Timur  sudah menyikat gigi dua kali sehari tetapibaru 1,5% berperilaku benar dalam menyikat gigi sesuai waktu yang dianjurkan, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Selain itu indeks gigi berlubang (DMF – T) Jawa Timur sebesar 5,5 berada di atas indeks DMF-T nasional sebesar 4,6.

Propinsi Jawa Timur telah memiliki 4.004 dokter gigi (KKI: 2012), dengan jumlah penduduk sekitar 37 juta jiwa (BPS:2010), maka rasio perbandingan dokter gigi di Jawa Timur adalah 1:9200 . Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, kota Surabaya memiliki sekitar 578 dokter gigi atau sekitar 14,4% dokter gigi Jawa Timur berdomisili di Surabaya. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,110,187 (Surabaya.go.id:2012) maka kota Surabaya memiliki rasio perbandingan dokter gigi dan pasien sebesar 1:5.363. Mengacu pada indikator Indonesia Sehat 2010, setiap dokter gigi diharapkan dapat melayani sekitar 10.000 pasien dengan demikian Jawa Timur telah memiliki cukup dokter gigi. Sayangnya, dari 28,6% masyarakat Jawa Timur yang memiliki masalah gigi dan mulut baru 30,0% yang menerima pelayanan.

Sebagai lokasi penyelenggaraan pertama BKGN di Surabaya, FKG UHT akan melibatkan sekitar 162 tenaga kesehatan dan menargetkan dapat memberikan pelayanan bagi 1500 orang di sekitar Surabaya dan sekitar 900 siswa SD dan TK yang berada di sekitar lokasi RSGM “Kami sengaja menggalakan upaya promotif preventif pada anak karena berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur dari  554.917 anak yang memiliki permasalahan gigi dan mulut, telah 71% menerima pelayanan kesehatan gigi. Meski telah berada diatas 50% kami terus berupaya untuk meningkatkan prosentase tersebut. Oleh karenanya , BKGN 2014  dapat memberikan pengalaman menyenangkan ketika berkunjung ke dokter gigi. Untuk itu kami menyediakan ruangan yang dilengkapi dengan gambar-gambar kartun serta memberikan pelayanan yang hangat. Dengan demikian, anak akan terbiasa dan tidak takut berkunjung ke dokter gigi. Ke depan, anak telah mendapat bekal yang baik dalam perilaku hidup bersih sehat terutama dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka dan dapat memiliki kebiasaan perilaku hidup bersih sehat, “ ujar Dr. Drg. Dian Mulawarmanti, MS, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Selama lebih dari 80 tahun berada di tengah masyarakat Indonesia, Unilever melalui Pepsodent telah bekerjasama dengan para stakeholder baik insitusi profesional seperti PDGI dan AFKDOKGI maupun institusi pemerintah seperti Kementrian Kesehatan untuk memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lebih dari 9 juta orang di Indonesia. Upaya konsisten ini merupakan implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dimana Pepsodent mengambil peran untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar masyarakat dunia di tahun 2020.

“Pepsodent paham akan pentingnya menanamkan kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi sejak dini kepada anak – anak, karena sebagai generasi penerus bangsa mereka dapat membawa perubahan baik bagi lingkungannya, termasuk perubahan dalam perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karenanya, tahun ini, kampanye edukasi kesehatan serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh Pepsodent difokuskan kepada anak-anak mulai dari kegiatan ‘Gelar Dengar Pendapat’, pembentukan dokter gigi kecil di school program, kegiatan edukasi serta sikat gigi massal untuk perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia, ‘Misi Pahlawan Cilik’ dan termasuk BKGN yang konsisten dilakukan setiap tahun. Lebih lanjut, Pepsodent berharap anak dapat berperan sebagai “agent of change”. Agar dapat berperan sebagai “agent of change” secara maksimal, anak perlu didukung dengan kesehatan gigi yang baik karena kesehatan gigi amat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tutup drg. Mirah. (ro)