03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Minta Travel Haji/Umroh Kelola Usaha Secara Benar dan Profesional

Gus Ipul Minta Travel  Haji - Umroh Kelola Usaha Secara Benar dan ProfesionalSurabaya, KabarGress.com -Wakil Gubernur Jatim Ir. H Saifullah Yusuf yang lekat disapa Gus Ipul meminta seluruh pemilik travel haji/umroh kelola usahanya secara benar dan professional. Ini penting karena makin tahun orang yang ingin melaksanakan ibadah haji/umroh mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Dengan bekerja secara benar dan mengikuti standar- stadar yang sudah ditentukan, maka pemilik travel pasti akan mendapatkan jamaah.Seiring dengan peningkatan kemajuan ekonomi umat islam, pada saat itulah semua orang memiliki kesempatan umroh/haji,” ungkapnya saat membuka Pameran Travel Haji dan Umroh ke-4 Tahun 2014 di Jatim Expo, Surabaya, Rabu (15/10).

Menurut Gus Ipul, sekarang ini sudah banyak pemilik travel dan KBIH yang melakukan perbaikan pelayanan,walaupun masih ada travel yang mendapat komplain dari jamaah. Peningkatan pelayanan harus terus dilakukan agar kepercayaan yang diberikan jamaah juga bertambah. “Pelayanan yang paling mudah adalah pada calon jamaah haji dan umroh, mereka tidak pernah banyak menuntut asalkan kebutuhan sehari-hari nya bisa terpenuhi. Dan juga bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” tandasnya.

Selain itu, orang berangkat haji atau umroh tidak bisa diukur semata-mata dari sisi ekonomi yang kuat saja, semua itukehendak Allah SWT. Karenanya Pemerintah Arab Saudi  tidak perlu promosi, orang Islam sudag datang berbondong-bondong berangkat haji dan umroh karena yang mempromosikan adalah Allah SWT.

Lebih lanjut disampaikan, pameran itu merupakan panggung bagi para pengusaha travel untuk memperbaiki citra perusahaannya secara profesional dan memperbaiki pelayanan. Sekaligus informasi bagi masyarakat, kalau mau berangkat haji dan umroh harus melalui perusahaan yang profesional dan memang dikelola dengan benar.

“Setiap tahun tercatat 800 ribu jamaah umroh dari seluruh indonesia. Jika 20% berasal dari Jatim berarti sekitar 160 ribu jamaah berangkat melalui berbagai travel di Jatim dan provinsi lain. Ini adalah pasar buat travel jika jamaah dilayani dengan baik,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi sistem haji di Indonesia adalah antrian, karena bila sistem kuota haji seperti selam ini (satu orang per seribu penduduk yang beragama Islam), maka antrean haji dari Indonesia akan semakin panjang. “Buktinya, calon haji di Jatim yang dulunya hanya antre selama 4-5 tahun, tapi kalau sekarang (2014) mendaftar, maka akan berangkat pada 2031. Artinya, antreannya sudah sampai 17 tahun,” katanya.

​Ia berharap jika perluasan Masjidil Haram sudah tuntas, maka kuota haji untuk Indonesia bisa meningkat dengan sistem kuota bukan didasarkan jumlah penduduk Muslim, melainkan sistem kuota yang didasarkan persentase besaran penduduk Muslim pada suatu negara.

Pameran yang diikuti oleh 50 biro travel penyelenggara haji dan umroh itu akan berlangsung 15-19 Oktober 2014, dengan target transaksi sebesar Rp. 5 milyar.

Turut hadir dalam acara pembukaan Rois Suriah PWNU Jatim KH Miftahul Achiyar,Direktur PT. Aula Media NU, pimpinan KBIH, pimpinan travel haji & umroh, dan undangan lainnya. (eri)