30/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Sculpture Scarf Mulai Booming di Surabaya

Dwita dan BennyDwita Herman, kolektor batik dari Buana Alit Jakarta - pamerkan 10 kreasiArt Director Djawa Arts & Crafts Gallery Benny Adrianto menciptakan sculpture scarf - scarf patungSurabaya, KabarGress.Com – Art Director Djawa Arts & Crafts Gallery, Benny Adrianto, menciptakan kreasi scarf yang menakjubkan dari kain batik. “Ini masih baru ya, dan saya namakan sculpture scarf atau scarf patung karena memang berbentuk kaku layaknya patung,” ungkap Benny di sela-sela acara fashion show batik, dalam rangkaian Ragam Pesona Batik di Grha Wismilak, Selasa (14/10/2014).

Scarf bermotifkan batik tersebut jika dikenakan perempuan memang terkesan berat tetapi kenyataannya tidak karena kainnya memang dari bahan yang ringan. Tetapi jangan salah menilai, karena dengan penampilan scarf tersebut menjadikan kesan mewah apalagi jika dipadukan dengan gaun yang kontras dengan corak batiknya.

Benny memotong-motong kain batik dengan bentuk potongan asimetris. Pinggiran kain dijahit agar benang-benangnya tidak keluar tak beraturan. Beberapa bagian dalam kain juga dijahit tangan mengikuti pola batiknya. Efek yang dihasilkan, kain batik ini menjadi kaku.

Saat dikenakan di leher, bukan bentuk tak beraturan yang terlihat, melainkan scarf unik yang mewah. Scarfnya menempel kaku di leher dan bahu. Bentuk potongan asimetris menjadi penguat yang kontemporer. “Sculpture scarf ini memang kreasi baru. Di Jakarta saja baru mulai booming. Di Surabaya mulai masuk dan saya sudah punya beberapa klien sculpture scarf ini,” tuturnya.

Sementara itu, Dwita Herman, kolektor batik dari Buana Alit Jakarta, juga menampilkan sepuluh kreasinya dalam rangkaian acara Ragam Pesona Batik. (ro)